Florence: Tuntutan Jaksa Cacat, Bebaskan Saya!

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap Jogja, Florence Sihombing menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan Pledoi, Senin (23/3) di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Membacakan sendiri pledoi yang dibuatnya, Flo, sapaan akrabnya merasa tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sah. Flo pun meminta pada majelis hakim agar membebaskan dirinya dari segala tuntutan hukum. […]

BERITA JOGJA – Terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap Jogja, Florence Sihombing menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan Pledoi, Senin (23/3) di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Membacakan sendiri pledoi yang dibuatnya, Flo, sapaan akrabnya merasa tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sah.

Sidang Florence

Florence Sihombing (Foto: Cahyo PE)

Flo pun meminta pada majelis hakim agar membebaskan dirinya dari segala tuntutan hukum. “Tuntutan JPU tidak sah karena dibuat berdasarkan surat dakwaan yuridis yang tidak sah. Oleh karena itu saya mohon pada Majelis Hakim membebaskan terdakwa Florence Sihombing dari segala tuntutan hukum,” tegas Flo membacakan Pledoi.

Selain itu dalam pledoi juga tertuliskan bahwa ungkapan kekesalan terdakwa tidak bisa diperkarakan lantaran Path bukan bukan media publik atau sosial melainkan jejaring pribadi.

Mendengar Pledoi Flo, JPU Rahayu NR akan membuat tanggapan (replik) atas nota pembelaan Flo. Replik tersebut rencananya akan dibacakan Selasa (24/3) di PN Jogjakarta. “Saya akan siapkan replik tertulis besok,” komentarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Flo dituntut JPU pidana penjara enam bulan masa percobaan satu tahun. Mahasiswa S2 Hukum UGM ini juga dituntut denda Rp10 juta subsider tiga bulan kurungan. Selama persidangan, JPU menjeratnya dengan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar