Beethoven (Dok.Telegraph)

Gara-Gara HP, Beethoven Gagal Move On dan Mati dalam Kesunyian

Oleh Jatu Raya,

Seandainya di era Beethoven sudah ada HP, barangkali kisah pilunya ini tak akan terjadi.

BERITA JOGJA – Sejarah banyak mencatat kisah tokoh yang berakhir menyedihkan gara-gara susah move on. Salah satunya Ludwig van Beethoven, musisi sekaligus komposer musik klasik yang karyanya mengabadi hingga sekarang. Sebut saja Ode To Joy atau Simfoni No.9.

Beethoven (Dok.Telegraph)

Beethoven (Dok.Telegraph)

Kisah sedih Beethoven memang sudah banyak diangkat dalam sejumlah film. Immortal Beloved salah satunya. Kisah dalam film ini didasarkan pada catatan sekretaris pribadi Beethoven, Anton Schindler.

Dalam film yang disesuaikan dengan catatan Anton ini dikisahkan Beethoven susah move on dari istri saudaranya, Johanna Reis. Keyakinan Anton ini muncul setelah Beethoven menuliskan surat wasiat bahwa seluruh karya dan hartanya untuk seseorang yang dijuluki “Immortal Beloved”.

Anton menelusuri siapa perempuan yang dimaksud Beethoven dengan Immortal Beloved itu. Ia mendatangi satu per satu perempuan yang pernah dekat dengan Beethoven. Pencariannya hampir tak berbuah hasil, sampai suatu ketika ia mendapat kisah bahwa Beethoven selalu marah ketika ada orang yang menyebut nama Johanna. Anton lalu menelusuri tempat-tempat persinggahan Beethoven dan berujung pada satu hotel yeng mencerahkan pencariannya.

Di hotel itu Anton menemukan surat Beethoven yang dikirimkan pada Johanna. Ceritanya, meski sudah menikah dengan Kaspar (kakak Beethoven) Johanna sering bertemu sembunyi-sembunyi dengan Beethoven. Suatu malam Beethoven sama Johanna janjian ketemu di hotel tersebut. Johanna duluan yang sampai ke sana menunggu Beethoven. Dalam perjalanan, Beethoven terhenti karena roda kereta kuda yang dinaikinya patah.

Karena waktu itu belum ada HP, Beethoven menulis surat untuk Johanna yang mengabarkan kejadian patahnya roda keretanya.Tapi, suratnya itu tidak pernah sampai ke Johanna yang menunggu dalam kamar hotel. Resepsionis hotel yang dititipin surat sama kurir menyelipkan surat itu di bawah taplak makanan yang diantar ke kamar Johana.

Johanna menunggu Beethoven dalam kepasrahan lalu pergi dengan isi kepala bahwa kekasih gelapnya itu sudah berbohong. Begitu kereta Johana pergi, Beethoven sampai ke hotel dan langsung kecewa karena kekasihnya tidak ada di tempat. Beethoven ngamuk di kamar hotel. Isi kepalanya sama seperti Johanna.

Setelah kejadian itu Beethoven menghancurkan rumah tangga Johanna. Mereka pun saling membenci. Tapi, dalam hati Beethoven, cintanya tak pernah padam. Anton yang menemukan surat itu langsung memberikannya pada Johanna yang direspon tangis pilu. Waktu yang membuat Beethoven hingga akhir hayat sendirian, kesepian, lalu mati dalam kesunyian.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar