Gara-gara Sering Dipalak, PKL Bunuh Tukang Parkir di Malioboro

BERITA JOGJA – Seorang tukang parkir yang biasa mangkal di depan Gedung DPRD Jogjakarta, tewas dibunuh oleh temannya yang merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Malioboro, Selasa (28/4) pagi. Korban bernama Krisna Dwi Anggoro tewas setelah dihantam batu oleh pelaku AP yang sehari-hari merupakan penjual dompet, tas dan ikat pinggang di Jalan Malioboro. Menurut […]

BERITA JOGJA – Seorang tukang parkir yang biasa mangkal di depan Gedung DPRD Jogjakarta, tewas dibunuh oleh temannya yang merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Malioboro, Selasa (28/4) pagi. Korban bernama Krisna Dwi Anggoro tewas setelah dihantam batu oleh pelaku AP yang sehari-hari merupakan penjual dompet, tas dan ikat pinggang di Jalan Malioboro.

Istimewa

Istimewa

Menurut Wakapolresta Jogja, AKBP Mujiyono, peristiwa pembunuhan bermula ketika korban mengajak pelaku untuk makan. Lalu Krisna meminta pelaku AP untuk membayar bubur ayam yang dimakannya. AP yang kesal karena sedang tidak punya uang pun kemudian marah. AP kemudian mengambil batu besar dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak lima kali. Hantaman batu AP membuat Krisna, warga Pringgokusuman, Gedongtengen tersebut terjatuh dan langsung meninggal di lokasi.

“Setelah kejadian, pelaku AP sempat berusaha untuk kabur. Namun satu jam paska kejadian, pelaku sudah bisa kita tangkap di Jembatan Kleringan. Ketika kami tangkap, tangan pelaku masih berlumuran darah sehingga menimbulkan kecurigaan petugas dan langsung mengamankan pelaku,” jelas Mujiyono.

Mujiyono menambahkan bahwa saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh petugas. Untuk sementara, motifnya diduga karena jengkel kerap dipalak dan ditarik uang parkir oleh korban. Pelaku AP diancam pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar