Gara-Gara Tato, Produk Faris Jajah Luar Negeri

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Faris Juniarso (28) anak muda asal Semarang yang kini menetap di Jogja berhasil menjajah luar negeri dengan produk pembersih sepatunya. Produk cairan pembersih segala jenis sepatu merk Andrrows itu sudah mencengkeram Malaysia, Australia, dan Singapura. Rencananya Faris akan membuka cabang di Australia bulan ini. Usaha cairan pembersih sepatu sudah dirintisnya sejak 2010. […]

BERITA JOGJA – Faris Juniarso (28) anak muda asal Semarang yang kini menetap di Jogja berhasil menjajah luar negeri dengan produk pembersih sepatunya. Produk cairan pembersih segala jenis sepatu merk Andrrows itu sudah mencengkeram Malaysia, Australia, dan Singapura. Rencananya Faris akan membuka cabang di Australia bulan ini.

Foto Faris dengan pembersih sepatunya

Faris dengan produk pembersih sepatunya. (Foto: Kresna)

Usaha cairan pembersih sepatu sudah dirintisnya sejak 2010. Gagasan ini timbul setelah melihat pembersih sepatu bermerk sangat mahal padahal sangat dibutuhkan. “Sepatu itu kan sekarang jadi koleksi. Dari anak SD sampai orang kantoran sudah pakai sepatu mahal. Ini peluang bisnis,” ujarnya.

Faris mengawali bisnisnya dengan modal Rp30 juta yang didapatnya dari leasing BPKB mobil. Namun usahanya tak selalu berhasil. Selama tiga tahun mulai tahun 2010 dia selalu gagal membuat resep untuk pembersih sepatunya itu. Sampai akhirnya pada tahun 2013 dia mendapatkan ramuan yang tepat. Sejak itulah pembersih sepatunya mulai dilirik oleh para pecinta sepatu.

“Tiga tahun mencoba gagal terus. Akhirnya dapat yang pas. Tanpa bahan kimia, tanpa perlu dibilas, tanpa perlu dijemur, cukup diangin-anginin, dilap,” tandasnya.

Salah satu hal yang mendorong Faris untuk berbisnis juga dikarenakan kesadarannya sebagai orang bertato memiliki stigma buruk di masyarakat. Dari pengalamannya, dia susah mendapat kerja karena tato yang menghiasi lengan tangan kanan dan kirinya.

“Orang bertato itu susah bakal dapat kerja. Karena itu saya milih bikin kerjaan sendiri, usaha sendiri supaya bisa bertahan hidup,” katanya.

Sejak pertama mendirikan usaha pembersih sepatunya itu, dia merekrut anak-anak muda bertatto untuk menjadi pegawainya. Dia ingin menunjukan kepada masyarakat dan juga orang tuanya bahwa orang bertatto itu bisa berkarya dan bekerja.

“Waktu cari pegawai, saya cari yang bertato. Orang tua menentang ketika saya bertato, padahal orang tua kerja di departemen agama, ancur pokoknya,” tutur lalu tertawa mengingat masa-masa itu

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar