Roy Marten saat masih gondrong (Foto: Istimewa)

Gaya Cowok yang Disukai Cewek Jadul, Tapi Dibenci Kekinian

Oleh Maya Eka,

Sayang, dagumu seperti lebah bergantung di bawah pohon jambu yang diterangi dua bulan purnama. Siapa yang betah dirayu macam begitu sekarang?

BERITA JOGJA – Gaya hidup anak muda tiap zaman selalu berubah-ubah. Gaya anak muda tahun 70-an beda dengan 90-an, apalagi dibandingkan dengan kekinian. Apalagi gaya pedekate atau menarik perhatian orang yang disuka, berbeda tiap generasi.

Ada banyak gaya cowok yang dua dekade lalu banyak disukai sama cewek, tapi malah dibenci dan cenderung dihindari dalam realita kekinian. Berikut ini contohnya.

Roy Marten saat masih gondrong (Foto: Istimewa)

Roy Marten saat masih gondrong (Foto: Istimewa)

Gondrong

Zaman-zamannya Ali Topan muncul di TV atau God Bless jadi raja panggung musik, gondrong itu seolah kewajiban buat anak muda. Mau gondrong gaya Achmad Albar, Ali Topan, atau gaya McGyver sudah pasti keren dan dianggap gaul. Cewek-cewek zaman dulu kebanyakan suka sama cowok gondrong ala bintang film. Beda jauh sama sekarang di mana kebanyakan suka sama yang rapi macam potongan Hitler atau navy.

Merokok

Zaman dulu, cowok merokok khusunya yang sudah lulus sekolah atau kuliah itu rasanya gagah. Banyak cewek yang tertarik sama cowok yang merokok karena dianggap sudah mandiri. Soalnya zaman dulu beli rokok bungkusan itu cuma bisa dilakukan sama mereka yang sudah bekerja. Tapi, sekarang berbalik. Banyak cewek yang tidak suka dengan cowok perokok karena dinilai merusak kesehatan dan lain sebagainya.

Realita ini sendiri dimunculkan dalam film Gita Cinta dari SMA tahun 1978. Surat Ratna ke Galih tegas memberitahukan bahwa banyak cewek yang tak mempersoalkan cowoknya merokok. “Ini koretan gas. Pakailah jika kau sudah mulai merokok,” tulis Ratna pada Galih saat Ulang Tahun.

Rayuan Gombal

Sebelum HP dan smartphone meliar seperti sekarang, surat adalah satu-satunya alat komunikasi tekstual yang romantis. Ada yang mau nembak juga pakai surat. Isinya tentu saja gombalan-gombalan yang kalau didengar saat ini pasti geli. Segala macam pujian dan analogi dituliskan dalam surat ke orang yang dicintai. Ada juga yang langsung face to face bilangnya.

“Yayuk, dagumu seperti lebah bergantung di bawah pohon jambu yang diterangi dua bulan purnama,” contohnya. Atau “Aku antar pulang yuk, motorku tak bergairah tanpa dirimu” dan banyak lagi yang lainnya. Kalau sekarang, bisa cekikikan deh pas dirayu seperti itu lalu lama-lama bikin muak.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar