Makanan orang Belanda

Gaya Hidup Orang Belanda di Jogja Tempo Doeloe

Gaya hidup orang Belanda di Jogja Tempo Doeloe ini sering membuat warga pribumi kesal.

BERITA JOGJA – Gaya hidup orang Belanda di Jogja di akhir pemerintahan Hindi Belanda di Jogja jadi catatan yang menarik. Apalagi ketika arus migrasi ke Jogja makin massif di awal tahun 1900-an, ada upaya untuk membuat Jogja menjadi Belanda karena keterikatan memori kolektif.

Makanan orang Belanda

Ilustrasi gaya hidup Belanda (Istimewa)

Di awal tahun 1900-an semua orang Belanda tinggal di Jogja kecuali pemimpin perkebunan beserta staf mereka. Selo Soemardjan dalam Perubahan Sosial di Yogyakarta mencatat bahwa daerah Kota Baru dulunya menjadi pemukiman bagi orang Belanda dengan fasilitas-fasilitas umum yang terbaik. Wilayah ini pun disebut “Holland Kecil” karena berada di tengah-tengah lingkungan Jawa.

Warga Belanda yang tinggal di Kota Baru tidak pernah mau berhubungan dengan orang-orang di luar tembok mereka. Mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan orang sesama Belanda di sekitar lingkungan mereka.

Orang Belanda di Jogja juga sering menggelar pesta dansa terbuka di suatu tempat. Apalagi bagi mereka yang tergabung dalam De Societet de Vereeniging Laki-laki dan perempuan bergandengan tangan, berpelukan, lalu menari diiringi musik tepat di depan mata orang-orang Jawa, Bagi pribumi, pemandangan ini mengesalkan karena masyarakat Jawa memegang prinsip ketabuan saling kontak fisik dengan lawan jenis di depan umum.

Gaya hidup selanjutnya adalah pacuan kuda. Orang-orang Belanda sering sekali menonton pacuan kuda bersama aristokrat Jawa. Kesempatan ini pun digunakan buat ajang pamer orang Belanda terhadap pribumi sekaligus penegas bahwa mereka punya status sosial yang sama dengan bangsawan Jawa,

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar