Gelapkan 8 Mobil Rental, Terdakwa Masih Ngaku Jadi Korban

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Sukapto, terdakwa penggelapan delapan mobil rental Eddy Transport disemprot majelis hakim yang dipimpin Wiryatmi SH, Senin (2/3) di Ruang Sidang III Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Pasalnya, dalam agenda saksi A de Charge, terdakwa gagal menghadirkan saksi yang meringankan dan memberikan kesaksian sendiri. Dalam keterangannya, terdakwa mengakui bersalah namun memosisikan diri menjadi korban […]

BERITA JOGJA – Sukapto, terdakwa penggelapan delapan mobil rental Eddy Transport disemprot majelis hakim yang dipimpin Wiryatmi SH, Senin (2/3) di Ruang Sidang III Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Pasalnya, dalam agenda saksi A de Charge, terdakwa gagal menghadirkan saksi yang meringankan dan memberikan kesaksian sendiri. Dalam keterangannya, terdakwa mengakui bersalah namun memosisikan diri menjadi korban sehingga memersulit penilaian.

gelapkan 8 mobiterdakwa masih ngaku korban

Istimewa

Dalam keterangannya, terdakwa mengatakan menyewa mobil merk Inova berwarna hitam dari korban, Sunardjawan alias Wawan pada Agustus 2014. Menurutnya mobil kedelapan itu digunakan untuk operasional perusahaan pengeringan tembakau di Muntilan. Wawan,jelasnya,sudah setuju dengan penyewaan perbulan seharga Rp6 juta.

“Itu mobilnya untuk operasional pabrik. Kan kita butuh mobil buat mengangkut tembakau. Nah pada saat di Pabrik, ada teman saya Supriyanto yang mau memodali pabrik jadi mobilnya saya alihkan ke dia,” kata terdakwa.

Keterangan terdakwa ini menimbulkan pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Basaria Marpaung SH. Pasalnya pada sidang sebelumnya dengan agenda pemeriksaan saksi, Agung, pemilik pabrik mengatakan bahwa pihaknya butuh mobil bak terbuka. Begitu juga dengan keterangan karyawan pabrik bahwa mobil Innova itu sendiri sering dikemudikan oleh terdakwa tanpa membawa tembakau.

“Lho, kata Pak Agung kemarin pabrik butuh mobil bak terbuka, bukan innova. Dan ini sudah kedelapan kalinya terdakwa menggelapkan mobil dari Wawan. Tujuh mobil lainnya bahkan ditemukan oleh Wawan sendiri di luar Yogya, sementara yang ini tidak bisa ditemukan. Supriyanto sendiri kini tak bisa ditemukan. Coba ngomong yang juju?” tegas Jaksa.

Menjawab pertanyaan Jaksa, terdakwa menjelaskan bahwa ketujuh mobil lainnya memang benar ditemukan di luar Yogya. Namun dirinya memberikan mobil kedelapan ini karena alasan keuangan perusahaan. “Mereka mau membantu perusahaan, jadi saya berikan mobil ke mereka. Bukan sebagai jaminan, tapi ya karena mereka mau membantu,” jawabnya.

Wiryatmi sendiri mengingatkan agar terdakwa memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya. Sebab keterangan terdakwa seperti menggambarkan bahwa dirinya menjadi korban penipuan. “Sudah delapan mobil lho yang terdakwa gelapkan tanpa sepengetahuan korban. Ini seperti sindikat. Terdakwa tolong jangan berbelit-belit, ngomong saja yang jujur. Kalau saudara merasa bersalah, jangan ditutup-tutupi,” tegas Wiryatmi.

Sidang sendiri akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan. Kasus ini sendiri bermula pada Agustus 2014 saat terdakwa tidak bisa mengembalikan mobil Innova dan menunggak pembayaran selama dua bulan pada perusahaan transport. Setelah dilaporkan korban ke kepolisian dan dilakukan pencarian, ternyata Supriyanto beserta mobil tidak bisa ditemukan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar