Adrianus Rooy

Gubernur BI 1988-1993 Mengenang Jogja dan Sultan HB IX

Oleh Jatu Raya,

Satu tahun sebelum turun jabatan, Adrianus Mooy menampilkan wajah Sri Sultan ke dalam mata uang kertas Rp10 ribu.

Adrianus Rooy

Adrianus Mooy (Dok Suara)

BERITA JOGJA – Adrianus Mooy adalah Gubernur Bank Indonesia masa jabatan 1988-1993. Ahli Ekonomi kelahiran Rote 10 April 1936 ini di masa mudanya punya kenangan manis dan tak terlupakan di Jogjakarta. Saat masih menjadi mahasiswa, Adrianus Mooy terkenang saat-saat damai dan harmonisasi antarmahasiswa dan antarwarga di Jogja.

Saat itu, ceritanya pada Julius Pour, seorang wartawan senior, predikat Kota Pelajar membuat Jogja banyak didatangi mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Bedanya, saat itu para mahasiswa antardaerah sangat kompak dengan masyarakat dan membuat Jogja menjadi kota yang tenteram dan kondusif untuk belajar sekaligus bersosialisasi.

Mata uang Rp10 ribu

Mata uang Rp10 ribu bergambar Sultan (Istimewa)

Mooy sadar bahwa situasi tersebut tak bisa dilepaskan dari peran Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX yang menjadi raja di Kraton. Perilaku dan wejangan Sultan banyak diikuti dan ditiru mahasiswa. Salah satunya adalah kesukann Sultan untuk guyub dan ngobrol dengan semua kalangan.

“Jogja telah membentuk saya menjadi orang Indonesia. Di kota tersebut datang segala macam suku bangsa dan mereka semua bisa bermasyarakat dengan harmonis dan tenteram,” kenang Adrianus.

Ia merasa berhutang budi pada Sultan yang mampu menciptakan keharmonisan di Jogja kala itu. Saat menjabat sebagai Gubernur BI hutang budinya lalu ditebusnya. Satu tahun sebelum turun jabatan, ia menampilkan wajah Sri Sultan ke dalam mata uang kertas Rp10 ribu.

“Waktu itu secara kebetulan jelang tahu terakhir jabatan saya sebagai Gubernur Bank Indonesia saya menampilkan wajah Sultan dalam mata uang,” ceritanya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar