Gunung Merapi Ingin Dimengerti, Bukan Hanya Didaki

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Gunung Merapi, kata van Bemmelen, pakar Geologi Belanda, adalah sebab terbentuknya bentang lahan di Jogjakarta. Salah satu contohnya adalah gumuk pasir di Parangkusumo dan pantai sekitar. Merapi juga memberikan kehidupan dengan mata airnya bagi warga di lereng gunung. Sayangnya, tidak semua mengerti akan hal ini lalu memperlakukannya dengan sifat-sifat feminin sampai maskulin. […]

BERITA JOGJA – Gunung Merapi, kata van Bemmelen, pakar Geologi Belanda, adalah sebab terbentuknya bentang lahan di Jogjakarta. Salah satu contohnya adalah gumuk pasir di Parangkusumo dan pantai sekitar.

Merapi juga memberikan kehidupan dengan mata airnya bagi warga di lereng gunung. Sayangnya, tidak semua mengerti akan hal ini lalu memperlakukannya dengan sifat-sifat feminin sampai maskulin.

Gunung Merapi Beritajogja

Dokumen istimewa

Surono, Golog sekaligus Vulanolog senior mengeluhkan adanya ketidakpahaman warga tentang karakteristik gunung yang satu ini. Ia mencontohkan mata air Merapi yang dinilai sulit keluar saat musim kemarau.

“Padahal sebaliknya, saat kemarau mata air akan makin mudah keluar karena tipisnya lapisan tanah. Ini yang sering tidak dipahami oleh orang-orang dengan anggapan sebaliknya,” kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini.

Surono menambahkan, ketidakpahaman masyarakat makin nyata dengan kerap ditebangnya pepohonan di sekitar Gunung Merapi. Padahal pepohonan ini salah satu sebab makin derasnya mata air merapi saat musim kemarau.

“Pohon besar itu ada untuk melindungi mata air yang ada di bawahnya. Jangan tidak dipelihara dan malah dipotongi, karena itulah salah satu keistimewaan yang ada di Merapi,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar