Gusti Yudha: Sabda Raja Merusak Tatanan dan Harus Batal Demi Hukum

BERITA JOGJA – Sabdaraja yang dikeluarkan oleh Sultan Hamengku Buwono X selaku Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa waktu yang lalu mengundang banyak tanggapan. Tanggapan ini muncul baik dari internal keluarga Kraton maupun masyarakat umum. Ada yang setuju dan ada pula yang menolak Sabdaraja tersebut. Salah satu yang menolak adalah GBPH Yudhaningrat yang merupakan adik Sultan […]

BERITA JOGJA – Sabdaraja yang dikeluarkan oleh Sultan Hamengku Buwono X selaku Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa waktu yang lalu mengundang banyak tanggapan. Tanggapan ini muncul baik dari internal keluarga Kraton maupun masyarakat umum. Ada yang setuju dan ada pula yang menolak Sabdaraja tersebut. Salah satu yang menolak adalah GBPH Yudhaningrat yang merupakan adik Sultan HB X.

Pembacaan Sabdotomo dihadiri kerabat dalem Kraton

Situasi saat pembacaan Sabdotomo yang dihadiri oleh Sri Paduka Pakualam IX dan juga kerabat dalem Kraton.

Menurut Gusti Yudha, demikian pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jogjakarta kerap disapa, Sabdaraja yang dikeluarkan oleh Sultan HB X tidaklah tepat. Selain itu, Sabdaraja dianggapnya tidak sesuai dengan paugeran yang berlaku di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sudah dijalankan selama ratusan tahun. Gusti Yudha pun menganggap bahwa Sabdaraja harus batal demi hukum.

“Selain menyalahi aturan Kraton, Sabdaraja juga bertentang dengan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Jogjakarta. Di situ tertera gelar raja Kraton. Kalau menghapus gelar tersebut, tentu bertentang dengan undang-undang,” jelas Gusti Yudha saat membagikan honorarium dana keistimewaan untuk abdi dalem di Kompleks Makam Imogiri, Rabu (6/5).

Menanggapi Sabdaraja tersebut, Gusti Yudha bersama saudara Sultan HB X yang lain akan menggelar rapat untuk membahas masalah tersebut. Nantinya, keluarga akan menuntut Sultan untuk mengembalikan gelar seperti semula dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Sri Retno Wulandari

    Sri Sultan kemaruk harta, itu yg menyebabkan dia mengangkat anaknya menjadi Putri Mahkota. Supaya harta Kraton tidak beralih ke adiknya tapi tetap di dalam keluarganya.

  • totok

    Sri Sultan lemah dihadapan ratu hemas, yang berkuasa sebenarnya ratu hemas, ide sabdaraja adalah dari idenya dan anak mantunya, kasihan Sri Sultan…. mendukung para adik-adiknya yang menentang sabdaraja, semoga Kraton Jogja tetap istimewa.

  • ganes

    Oalah..ontran-ontran apa ini???