Habis Itikaf, Anang Hermansyah Dimassa

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Candi Borobudur di Jawa Tengah masih jadi primadona. Tempat wisata yang menawarkan alam, sejarah, dan religi ini pula yang membuat Anang Hermansyah, warga Bengkulu berniat menyambanginya via Jogjakarta. “Saya mau ke Borobudur dari Bengkulu, naik Bus Rp700 ribu. Kata agennya saya harus bayar uang makan sopir juga,” katanya di depan hakim saat […]

BERITA JOGJA – Candi Borobudur di Jawa Tengah masih jadi primadona. Tempat wisata yang menawarkan alam, sejarah, dan religi ini pula yang membuat Anang Hermansyah, warga Bengkulu berniat menyambanginya via Jogjakarta.

gelapkan 8 mobiterdakwa masih ngaku korban

Istimewa

“Saya mau ke Borobudur dari Bengkulu, naik Bus Rp700 ribu. Kata agennya saya harus bayar uang makan sopir juga,” katanya di depan hakim saat menjalani sidang perdana pencurian disertai kekerasan, Selasa (7/4) di Pengadilan Negeri Sleman.

Sampai di Jogja sekitar awal Januari 2015, Hermansyah, sapaan akrabnya, langsung mencari masjid untuk itikaf sekaligus beristirahat. Paginya, ia mencari sarapan dan berkenalan dengan orang bernama Rio.

“Rio mengajak terdakwa untuk melakukan pencurian di sebuah mobil yang terparkir di wilayah Tajem. Terdakwa mau-mau saja setelah sebelumnya dijanjikan diantar ke Borobudur,” kata Dewi Sofiati, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan di pengadilan.

Hermansyah bertugas menunggu di motor. Berjarak 50 meter dari motor, Rio beraksi. Kawan seumur jagung yang baru dikenalnya tersebut memecahkan kaca mobil milik saksi korban Agung kemudian mengambil tas berisi uang Rp50 ribu. Agung yang tak jauh dari mobilnya kemudian meneriaki Rio.

“Rio kabur sementara terdakwa Hermanyah yang masih di atas motor belum sempat kabur. Lalu terdakwa dipukuli massa yang berdatangan,” tambah JPU.

Selama memberi keterangan terdakwa juga mengaku tidak bisa baca tulis. Anehnya dia tahu bus mana yang ke Jogja dan mengaku membaca nama Rio di STNK motor yang digunakan keduanya untuk melakukan kejahatan. Kesaksian janggal ini pun membuat hakim geregetan.

“Janganlah kau tipu-tipu kami di sini. Enggak bisa baca tulis kok tahu STNK atas nama Rio dan bus ke Jogja,” kata Endang di depan terdakwa yang didakwa melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4, ke-5, KUHP ini

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar