Desainer muda

Hanif Inop, Desainer Muda Siap Goncang Jogja

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Nining Maharani, perancang busana senior sekaligus penasehat perancang busana Indonesia pernah mengatakan bahwa Jogja tengah berkembang menjadi salah satu trend-setter fashion di Indonesia. Ia memprediksi Jogja akan melahirkan desainer muda karena dampak tersebut. Prediksinya tak meleset. Banyak desainer muda bermunculan di Jogja, baik dari dunia kampus atau di luar kampus. Hanif Inop […]

BERITA JOGJA – Nining Maharani, perancang busana senior sekaligus penasehat perancang busana Indonesia pernah mengatakan bahwa Jogja tengah berkembang menjadi salah satu trend-setter fashion di Indonesia. Ia memprediksi Jogja akan melahirkan desainer muda karena dampak tersebut.

Desainer muda

Hanif Inop di saah satu peragaan busananya. (Foto: Dokumen Hanif)

Prediksinya tak meleset. Banyak desainer muda bermunculan di Jogja, baik dari dunia kampus atau di luar kampus. Hanif Inop salah satunya. Mahasiswa FT UNY 2010 ini perlahan menjelma menjadi salah satu desainer muda yang cukup disegani di Jogja.

Selama menekuni dunia fashion sejak masuk kuliah, Hanif sudah membuat dua pameran busana anak muda bertaraf nasional. Pamerannya ini pun kerap menuai pujian. “Alhamdulillah kalau dapat pujian. Kritik dan saran juga perlu untuk jalan ke depan. Oh ya sebentar lagi saya bakal bikin satu pameran lagi, tanggalnya rahasia biar kejutan,” ceritanya.

Hanif merupakan anak dari seorang desainer batik senior di Jogjakarta. Mariati namanya. Kendati menjadi anak seorang desainer senior, khususnya batik, Hanif tak grogi. Bahkan ia tak mau orang-orang mengetahui bahwa ia adalah anak seorang desainer senior. “Saya nggak pernah mau orang tahu. Apa yang saya kerjakan harus dari keringat saya sendiri,” katanya mantap.

Desain yang kerap ia garap rata-rata bernuansa pop. Banyak kawan dan orang-orang yang meminta desain khusus padanya. Ketika dapat pesanan, Hanif selalu mempelajari kliennya dengan seksama. Sebab, ia ingin desain dan baju yang dibuatnya selalu cocok dipakai klien.

“Ya itulah, baju yang kita pakai nggak selalu cocok dipakai orang lain. Kalau Hanif sih selalu yakin bahwa tiap orang punya gaya masing-masing dan itu yang harus didiskusikan sebelum desain dibuat,” kata desainer yang juga jurnalis kampus LPM EKSPRESI ini.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • dian

    Wah koncoku iki. Kenal aku

  • Dani

    Kenalin dong… kapan bikin baju kawinan kita? eaaaaak