Hidup Sebatang Kara Karena Ditinggal Keluarga, Slamet Pelajar Tunanetra Tetap Tegar Jalani Hidup

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Sejak tahun 2013 Slamet hidup sebatang kara di Jogja. Tidak ada keluarga dan saudara yang hidup sekitarnya. Pada tahun 2013 Slamet ditinggal pergi oleh keluarganya tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Saat itu Slamet yang masih berada di Yayasan Tunanetra Islam di Jogja merasa ada kejanggalan dari keluarganya. Secara mendadak, ayahnya Suhardi dan […]

BERITA JOGJA – Sejak tahun 2013 Slamet hidup sebatang kara di Jogja. Tidak ada keluarga dan saudara yang hidup sekitarnya. Pada tahun 2013 Slamet ditinggal pergi oleh keluarganya tanpa ada pemberitahuan sama sekali.

Saat itu Slamet yang masih berada di Yayasan Tunanetra Islam di Jogja merasa ada kejanggalan dari keluarganya. Secara mendadak, ayahnya Suhardi dan ibunya Asminah tidak bisa dihubungi lagi lewat telpon. Orang tuanya pun tidak menghubunginya. Padahal sebelumnya mereka kerap berkirim kabar lewat SMS.

Slamet pelajar tunanetra tinggal di ruang Pramuka di SMP N 2 Sewon Bantul tetap tegar jalani hidup sebatang kara

Slamet pelajar tunanetra tinggal di ruang Pramuka di SMP N 2 Sewon Bantul tetap tegar jalani hidup sebatang kara

“Kok sudah lama nggak ada kabar, akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke Muntilan,” ujarnya.

Betapa kagetnya Slamet ketika sampai, dia tidak menemukan keluarganya di rumah kontrakan yang selama ini ditinggali. Dia pun bertanya kepada tentangga dan pemilik kontrakan, namun tidak ada yang tahu keberadaan keluarganya.

“Yang punya kontrakan juga nggak tahu kalau keluarga saya sudah nggak di situ, perginya diam-diam,” paparnya.

Mendengar itu Slamet tidak langsung patah arang. Dia tetap berusaha tegar untuk melanjutkan hidup. Dia kemudian memutuskan untuk kembali ke Jogja.

“Saya kembali ke Jogja karena sudah tidak ada keluarga lagi di Muntilan, Jogja ini satu-satunya tempat dimana saya punya teman dan kenalan yang perhatian dan peduli dengan saya,” ungkapnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar