Hukuman Kebiri Kimia Untuk Pelaku Kekerasan Seksual, Perlukah?

Oleh Jatu Raya,

Hukuman kebiri kimia bagi pelaku kekerasan seksual masih jadi perdebatan serius di Jogja.

BERITA JOGJA – Beberapa waktu terakhir marak diwacanakan hukuman baru bagi pelaku pemerkosaan atau kekerasan seksual pada anak di bawah umur. Hukuman itu berupa kebiri kimia pada pelaku mengingat pidana penjara dianggap tidak cukup mampu memberi efek jera bagi pelaku kekerasan seksual.

Pelaku kekerasan seksual dihukum dua tahun

Ilustrasi kekerasan (Dok.Istimewa)

Jogja juga tak lepas dari wacana hukuman itu. Perdebatan pro dan kontra marak terjadi. Syarif Nurjodayat, SH MH Pakar Hukum dari Fakultas Hukum (FH) UII berpandangan bahwa hukuman ini terbilang baru di Indonesia. Jika diterapkan, perlu kajian yang cukup lama.

“Sejumlah negara di luar negeri pernah menerapkannya. Conthnya Jerman dan Prancis. Tapi gagasan ini perlu dikaji dengan baik mengenai justifikasi atau argumentasi pembenarnya. Jangan sampai emosional semata karena jadinya nanti kontraproduktif,” jelasnya,

Adnan Pambudi, Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) juga ikut merespon isu yang tengah hangat ini. Adnan mengingatkan untuk berhati-hati ketika akan menerapkan kebijakan pidana kebiri kimia ini. Sebab, harus ada korelasi yang jelas antara motif pidana dengan sanksi yang diberikan. “Harus jelas dulu korelasinya dengan melihat pelaku secara keseluruhan,” sambungnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar