IBL Seri Jogja: Bisakah CLS Balas Dendam ke ASPAC?

Oleh Jatu Raya,

Di seri Jakarta lalu CLS menelan kekalahan 102-84 atas M88 ASPAC.

BERITA JOGJA – CLS Knights bakal berhadapan dengan M88 ASPAC Jakarta dalam lanjutan IBL Seri III Jogja di GOR Among Raga, Sabtu (27/2) malam besok. Ini adalah pertemuan kedua selama kompetisi dan pekat aroma dendam. Soalnya, satu-satunya tim yang memberi duri bagi CLS selama regular series tak lain adalah ASPAC Jakarta.

Oki Wira (membawa bola) jadi pencetak pin terbanyak ASPAC (Foto: IBL)

Oki Wira (membawa bola) jadi pencetak poin terbanyak ASPAC (Foto: IBL)

Di seri I Jakarta lalu CLS kalah 102-84. Ini adalah satu-satunya kelahan CLS selama reguler series. Mario Wuysang dkk.tentu enggak mau bakal menerima malu untuk kedua kalinya. Apalagi game besok bakal berlangsung di tempat netral.

Selama dua seri terakhir, penampilan CLS makin menggila. Seri Malang mereka sapu bersih dan selama Seri III di Jogja belum pernah kalah dengan tim lain. Jamar Andre Johnson masih jadi tumpuan CLS selama regular series. Dua dunk-nya saat melawan Pacific Caesar Selasa (23/2) kemarin membuat pemain naturalisasi ini jadi buah bibir dan menakutkan semua lawan.

Sementara itu di kubu ASPAC bakal kehilangan Biboy yang cedera engkel. Penyakit lama ASPAC yang lambat panas juga terlihat di selama di Seri Jogja. Apalagi pas lawan Satya Wacana. Meski menang besat 97-57, di dua kuarter awal ASPAC terlihat keteteran. “Memang bahaya kalau begini pas ketemu tim besar,” keluh Pelatih ASPAC, Jugianto Kuntardjo.

Ada yang patut disorot dari ASPAC di dua game terakhir. Mereka mencoba pola serangan dan sedikit menghilangkan ciri khas sebagai tim shooter. Sewaktu melawan Satya Wacana dan Pcific Caesar, Jugianto lebih bermain ke dalam area defense lawan memanfaatkan big man. Ia juga banyak menurunkan pelapis seperti Teja dan Kristian Liem di dua game terakhir seolah sedang mempersiapkan tim utama menghadapi CLS besok. Prastawa juga diistirahatkan di pertandingan terakhir.

Sedikit mereview game Jakarta, ASPAC bisa menang lawan CLS karena hidupnya tembakan tiga angka para pemainnya sejak awal kuarter. Dari 29 kali three point, ASPAC on 15 kali dengan akurasi 52 persen. Dalam pertandingan itu Prastawa jadi pencetak poin terbanyak dengan 26 poin disusul Oki Wira dengan 23 poin. Fandi Andika Ramadhani juga sukses mengisolasi Jamar sepanjang pertandingan. Jamar cuma bisa mencetak 10 poin selama empat kuarter.

Wahyu Hidayat Jati, pelatih CLS tentunya tak mau kecolongan kedua kalinya dengan cara yang sama. Pemain bertahan terbaik saat membela ASPAC dua tahun lalu ini bakal tampil degan suguhan defense berbeda besok malam. Namun dia harus hati-hati dengan strategi offense baru ASPAC yang cukup menjanjikan. D

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar