Idealnya, di Kota Jogja Hanya Ada 8 Titik Reklame

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sudah mulai melunak tentang persoalan reklame. Usai mendapat banyak protes dari warga soal liarnya papan reklame ditambah imbauan Gubernur Jogjakarta Sri Sultan HB X, Pemkot sudah mau mengurangi papan reklame. Walikota Jogja, Hariyadi Suyuti (HS) juga sempat mengatakan bahwa persoalan pajak tidak akan jadi masalah. Mengomentari hal ini, […]

BERITA JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sudah mulai melunak tentang persoalan reklame. Usai mendapat banyak protes dari warga soal liarnya papan reklame ditambah imbauan Gubernur Jogjakarta Sri Sultan HB X, Pemkot sudah mau mengurangi papan reklame. Walikota Jogja, Hariyadi Suyuti (HS) juga sempat mengatakan bahwa persoalan pajak tidak akan jadi masalah.

Ruang Kota Jogja

Iustrasi ruang kota (Pusaka)

Mengomentari hal ini, Sumbo Tinarbuko, inisiator Gerakan Reresik Sampah Visual mengatakan Pemkot tak boleh tanggung-tanggung dalam usaha menertibkan reklame. Bahkan kalau bisa Kota Jogja bisa bersih dari reklame atau iklan luar ruang. “Bukannya saya antiiklan. Tapi Pemkot harus kreatif dalam membuat iklan luar ruang. Misalnya dengan membuat patung iklan menggandeng para seniman,” ujarnya ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Soal pajak sendiri, Sumbo mengatakan Pemkot tidak perlu khawatir. Sebab, ada cara di mana pemerintah bisa mengejar target pajak tanpa harus mengotori kota dengan iklan luar ruang. Ia menjelaskan bahwa pemerintah harus meninggikan kualitas titik reklame sedangkan kuantitas dikecilkan.

“Pemerintah jangan takut pajak kurang. Ininya (menunjuk kepala) dipakai. Kalau mau memenuhi target pajak, tinggikan kualitas kalau kuantitasnya kurang. Misalnya target pajak reklame tahun depan Rp8 Miliar, ya sudah sediakan saja delapan titik untuk reklame atau baliho yang harga tiap titiknya Rp1 M,” tegas salah satu anggota tim 11 rebranding logo Jogja ini.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar