Ijazah Kuliah VS Skill: Penting Mana?

Oleh Jatu Raya,

Ada yang yakin kalau ijazah kuliah itu penting banget. Ada juga yang yakin kalau ijazah kuliah itu hanya buat menyenangkan orang tua.

BERITA JOGJA – Jadi mahasiswa itu pertaruhan. Ada mahasiswa yang rajin kuliah dan belajar dengan bertaruh kalau ijazahnya bisa mengantarkannya mendapatkan pekerjaan idaman. Ada juga yang lebih memilih sibuk di organisasi dan menjaring link sebanyak-banyaknya dan bertaruh bahwa hasil jaringan dan skill dalam organisasi bakal membawanya ke dunia kerja yang juga dianggap idaman.

Ijazah kuliah penting atau enggak sih? (Ilustrasi: Shuttertsock)

Ijazah kuliah penting atau enggak sih? (Ilustrasi: Shuttertsock)

Kedua pilihan itu kemudian melahirkan pertanyaan klasik yang sering didengar di kampus. Ijazah itu sebenarnya penting enggak sih untuk didapatkan? dan dengan jawaban ada yang penting ada yang enggak.

Aufanuha Insani, alumni Sejarah UNY mengutarakan pendapatnya. Menurut Insan, sapaan bekennya, ijazah itu penting untuk membahagiakan orang tua. Tapi enggak penting-penting banget lah untuk dunia kerja. “Soalnya lebih penting lagi jaringan yang dibangun saat organisasi dan skill yang didapat di sana. Saya dapat kerja bukan karena ijazah, tapi karena jaringan sama skill sendiri,” katanya.

Muhammad Irwawan, alumni Fakultas Psikologi UII lain lagi. Dia bilang kalau ijazah itu enggak cuma penting buat menyenangkan orang tua. “Kata siapa hanya buat menyenangkan orang tua? Kalau mau jadi PNS, kerja di Bank, sama yang lain-lain kudu perlu ijazah, bukan jaringan,” sambungnya.

Enggak cuma alumni universitas yang punya pendapat beda. Mahasiswa yang masih aktif atau terdaftar di kampus juga kadang terbelah sama wacana penting atau enggaknya ijazah dalam realitas kontemporer. Hanifah Latif, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNY misal yakin kalau ijazah itu penting. “Karena siapa sih yang enggak butuh ijazah? Kalau mau jadi guru perlu ijazah juga, meski punya skill seabrek kalau enggak ada ijazah ya enggak laku di dunia kerja,” katanya.

Ada juga yang milih netral dengan memilih ijazah dan skill sama pentingnya. Maria Anita, mahasiswi YKPN Jogja misal. “Ijazah tanpa skill itu kerasa ada yang kurang sebaliknya juga. IPK tinggu tapi galauan di lapangan terus ngomong sama orang saja hola-holo bakal jadi masalah juga, lucu. Terus kalau enggak ada ijazah cuma ada skill, pilihan kerjanya berarti terbatas,” katanya.

Nah kalau kamu gimana?

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar