Ingin Foya-Foya, Santri Rampok Gadget Tetangganya

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Tak ada jaminan seorang santri yang kerap menerima pendidikan agama di pesantren tidak melakukan tindak kriminal. HF misalnya, seorang santri sebuah pesantren di Magelang. Hanya karena ingin foya-foya, ia merampok gadget milik Hasan, yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Gara-gara perbuatannya itu, HF terpaksa mendekam di dalam penjara dan menghadapi ancaman pidana […]

BERITA JOGJA – Tak ada jaminan seorang santri yang kerap menerima pendidikan agama di pesantren tidak melakukan tindak kriminal. HF misalnya, seorang santri sebuah pesantren di Magelang. Hanya karena ingin foya-foya, ia merampok gadget milik Hasan, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Maling

Gara-gara perbuatannya itu, HF terpaksa mendekam di dalam penjara dan menghadapi ancaman pidana di pengadilan. Menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (27/5) kemarin, HF menceritakan perbuatannya.

“Kejadian benar bulan Oktober 2014. Saya sama Tembo awalnya enggak ada niat maling rumah Mas Hasan. Pas lewat di depan rumahnya sekitar jam tiga subuh, saya langsung kepikiran maling buat memenuhi kehidupan saya selama di pesantren,” terangnya yang didakwa pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP ini.

Terdakwa berada di dalam rumah tak kurang dari lima menit. Saat masuk rumah, HF langsung menuju ke kamar saksi korban dan mengambil tas, dompet, dan dua buah ponsel pintar milik Hasan. “Total kira-kira Rp10 juta,” terang Hasan memberi kesaksian.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar