Ini Sebab Utama yang Bikin Kamu Berpikir Cari Jodoh Itu Sulit

Oleh azkamaula,

Kesulitan mencari jodoh kadang disebabkan oleh banyaknya pikiran negatif yang muncul dari diri sendiri

BERITA JOGJA – Banyak yang berasumsi bahwa mencari jodoh dalam realita kekinian itu sulit. Ada juga yang berpikir bahwa jodoh belum sampai karena belum dipertemukan oleh Tuhan, yang sayangnya tanpa diikuti oleh usaha.

Ilustrasi jodoh (Dok.Ihkawin)

Ilustrasi jodoh (Dok.Ihkawin)

Menurut Psikolog UII, Rika Vira, pikiran buruk atau negatif dari dalam diri sendiri jadi sebab paling utama. Pertama, ada sebab minder berlebihan terhadap diri sendiri. Soal pekerjaan misalnya. Orang yang bergaji kecil kadang minder untuk mencari jodoh.

“Bisa karena takut tidak diterima oleh orang yang lagi didekati. Padahal pikiran itu muncul dari ketakutan yang ada dalam diri sendiri dan diciptakan sendiri. Sebabnya karena terlalu sering berkaca pada yang ideal di lingkungan, bisa karena tayangan TV atau yang lainnya,” jelasnya.

Rasa minder juga bisa datang karena orang tidak pandai bersyukur. Ustaz dari Pesantren Al Muayyat, Ahmad Khadafi berpendapat bahwa jika orang itu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan, minder itu bukan lagi persoalan.

“Kita bernafas dan masih bisa memejamkan mata saja itu sudah nikmat dari Tuhan dan harus disyukuri. Apalagi hanya bergaji kecil, itu juga nikmat yang harus disyukuri. Kalau sudah pandai bersyukur, minder itu sisa mitos,” jelasnya.

Sebab yang kedua adalah belum bisa membuka hati untuk orang baru setelah menjalin hubungan dengan orang lama. Kadang tipe yang seperti ini sering terjebak di masa lalu alias susaj untuk move on. Secara psikologis sendiri kaitannya dengan cara mengolah memori kolektif.

“Memori kolektif ini harus disadari dulu memang tidak bisa hilang dengan mudah. Yang bisa dilakukan adalah ikhlas menerima realita bahwa kita sudah tidak dengan orang yang sama lagi. Itu harus dilakukan agar bisa keluar dari masa lalu,” ujar Rika.

Obsesi adalah dampak lanjutan dari belum terbukanya hati untuk orang lain. Ini akan menimbulkan gambar bahwa orang yang ideal adalah yang di belakang atau yang serupa. “Ini yang membuat terkesan sulit mencari pasangan karena terlalu bercermin pada yang di belakang. Manusia itu beda-beda tapi bisa memberikan rasa nyaman di ruang atau hal yang berbeda,” jelasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar