Istri Almarhum Wartawan Udin Tolak Kriminalisasi Wartawan

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Marsiyem, istri almarhum wartawan Udin yang dibunuh karena pemberitaan kasus korupsi di Jogja, turut mendukung gerakan Perempuan Anti Korupsi dan menolak kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi termasuk wartawan-wartawan yang membongkar kasus-kasus korupsi. Saat menghadiri acara peringatan Hari Perempuan Internasional dengan tema “Cuci Bersih Korupsi” Marsiyem turut berorasi bersama dengan aktivis perempuan di […]

Marsiyem, istri almarhum wartwan Udin berorasi dalam peringatan Hari Perempuan Internasional

Marsiyem, istri almarhum wartwan Udin berorasi dalam peringatan Hari Perempuan Internasional

BERITA JOGJA – Marsiyem, istri almarhum wartawan Udin yang dibunuh karena pemberitaan kasus korupsi di Jogja, turut mendukung gerakan Perempuan Anti Korupsi dan menolak kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi termasuk wartawan-wartawan yang membongkar kasus-kasus korupsi.

Saat menghadiri acara peringatan Hari Perempuan Internasional dengan tema “Cuci Bersih Korupsi” Marsiyem turut berorasi bersama dengan aktivis perempuan di Jogja dan juga istri Presiden Abdurahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid di Balai Pelestarian Nilai Budaya Jogja, Minggu (8/3).

“Saya ikut senang dengan adanya Perempuan Anti Korupsi, kita bersama-sama bisa melakukan perlawanan terhadap korupsi yang membahaya bagi bangsa Indonesia,” katanya dalam orasinya.

Dia pun meminta agar Presiden Jokowi memberikan perlindungan terhadap para aktivis anti korupsi yang kerap mendapatkan ancaman bahkan dikriminalisasi seperti kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Tidak hanya aktivis anti korupsi, dia juga meminta agar para jurnalis juga mendapatkan perlindungan supaya tidak ada lagi kejadian seperti yang menimpa suaminya.

“Suami saya wartawan, suami saya menjadi korban karena mengungkap kasus korupsi, jangan ada lagi kejadian seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu aktivis AJI Jogja Pito Agustin yang juga jurnalis Tempo menyampaikan hal yang serupa. Dia menyerukan agar para perempuan bersatu untuk melakukan perlawan terhadap korupsi. “Korupsi adalah musuh bersama, jika ada aktivis korupsi yang dikiminalisasi, dan korupsi semakin menjadi-jadi, hanya satu kata, lawan!” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar