Janji MPM Muhammadiyah Terhadap Anggota Gafatar

Nurul Yamin menambahkan bahwa pihak MPM Muhammadiyah tidak akan menutup mata

BERITA JOGJA – Usai dipulangkannya ribuan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan Barat ke daerah asalnya, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah menganggap permasalahan belum usai. Pendampingan paska pemulangan dianggap MPM Muhammadiyah perlu untuk dilakukan.

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Menurut Ketua MPM Muhammadiyah, Nurul Yamin, pendampingan teologis, ideologis dan ekonomi perlu untuk dilakukan. Hal ini tak lepas dari permasalahan para anggota Gafatar yang dipulangkan tersebut cukup kompleks. Faktor trauma, teralienasi dari lingkungan, dan latar belakang anggota yang berbeda-beda perlu mendapatkan perhatian.

Memahami persoalan anggota Gafatar, jelasnya, harus secara holistik dan terpadu. Secara ekonomi perlu pendampingan ekonomi seperti pertanian, industri kecil, dan lain-lain. Secara sosial perlu diberikan ruang eksistensi diri dengan memberikan kesempatan memberikan sumbangsih sosial melalui aktivitas  sosial keagamaan yang jelas arahnya.

“Di samping itu juga faktor teologis dan ideologis diperlukan proses penyadaran melalui dialog dan pembinaan keagamaan,” ujar Nurul Yamin lewat email yang dikirimkan kepada Beritajogja.id.

Nurul Yamin menambahkan bahwa pihak MPM Muhammadiyah tidak akan menutup mata. MPM Muhammadiyah bersedia memberikan pendampingan yang holistik dan terintegrasi kepada anggota Gafatar yang dipulangkan, baik dalam hal teologis, maupun pelatihan-pelatihan di bidang  pertanian, industri kecil maupun bidang lainnya.

Harapannya dengan adanya pendampingan dari MPM para anggota Gafatar yang dipulangkan bisa mendapatkan kembali kehidupan mereka ditengah-tengah keluarga dan masyarakat luas.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar