Jelang Penerimaan Mahasiswa Baru, Selalu Ada Peristiwa yang Bikin Geger Jogja

Oleh Jatu Raya,

Sejak 2012 sampai sekarang banyak peristiwa yang menggerkan Jogja tepat menjelang penerimaan mahasiswa baru. Ada apa?

BERITA JOGJA – Jogja adalah Kota Pendidikan. Setiap tahun banyak orang dari luar daerah yang datang untuk kuliah dan sekolah di Jogja. Ibarat gula, predikat Jogja yang sudah bertahan puluhan tahun ini jadi penarik pelajar untuk menimba ilmu di Jogja.

Baju Praktek

Baju Praktek mahasiswa (Foto: Dok.Demikrisma)

Namun menjelang penerimaan mahasiswa atau siswa baru di Jogja selalu ada saja isu atau peristiwa yang bikin menggegerkan. Hal ini membuat orang jadi berpikir kembali untuk mengirimkan anaknya kuliah di Jogja.

Tahun 2012-2013 kemarin misalnya, muncul isu tes keperawanan di sejumlah kampus yang jadi pro dan kontra. Setiap mahasiswi yang mau masuk Universitas atau sekolah diwajibkan untuk menjalani tes keperawanan waktu itu. Isu ini pun jadi pembahasan yang serius di kalangan akademisi dan masyarakat sendiri.

“Waktu ada isu itu muncul Bulan Agustus 2013 rasanya. Pas mau daftar kuliah orang tua selalu nanyain soal keperawanan saya setiap hari, Mereka parno banget. Saya kecewa banget sama mereka kemakan isu enggak penting waktu itu,” kata Lania Hanifah, mahasiswi UGM.

Sementara di tahun 2014/2015 muncul isu keamanan di Jogja. Misalnya saja kasus pembacokan misterius, pembacokan berantai, sampai geng tertentu. Isu ini lagi-lagi membuat orang jadi takut menguliahkan anaknya ke Jogja. “Papah waktu itu takut banget karena katanya Jogja sudah enggak aman. Saya tetap mau kuliah di Jogja waktu itu, jadinya biar enggak khawatir Papah kasih mobil biar aman,” kisah Rizky Diah Mastuti, mahasiswi UII.

Tahun 2016 ini pun demikian. Adanya peristiwa orang hilang yang diduga karena salah satu Ormas Gafatar jadi perhatian banyak petinggi kampus di Jogja. Kekhawatiran ini disampaikan sendiri oleh Dr.Bambang Supriyadi, Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Jogja.

“Sebelum bulan Juni atau Juli 2016 Gafatar sudah harus bisa diatasi. Soalnya takutnya seperti yang sudah-sudah akan mempengaruhi orang yang mau kuliah atau sekolah di Jogja,” harapnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar