Jembatan yang Runtuh di Turi Warisan Belanda

Oleh azkamaula,

BERITA JOGJA – Jembatan penghubung antardesa Pules Lor-Mbayan yang runtuh akibat luapan air sungai, Rabu (22/4) malam (Baca: Suara “Bung” Tandai Runtuhnya Jembatan di Turi) diyakini sebagai peninggalan Belanda. Pasalnya sejumlah sesepuh Desa Pules Lor mengatakan ketika mereka lahir, jembatan itu sudah ada. “Usia saya sekarang 64 tahun. Ketika lahir, jembatan ini sudah ada. Dari […]

BERITA JOGJA – Jembatan penghubung antardesa Pules Lor-Mbayan yang runtuh akibat luapan air sungai, Rabu (22/4) malam (Baca: Suara “Bung” Tandai Runtuhnya Jembatan di Turi) diyakini sebagai peninggalan Belanda. Pasalnya sejumlah sesepuh Desa Pules Lor mengatakan ketika mereka lahir, jembatan itu sudah ada.

Jembatan ambrol

Jembatan penghubung Desa Pules Lor-Mbayan runtuh terkena luapan air sungai, Rabu (22/4) malam. (Foto: Azka Maula)

“Usia saya sekarang 64 tahun. Ketika lahir, jembatan ini sudah ada. Dari cerita orang tua saya dulu, Belanda yang membuatnya,” kata Saryadi ditemui di lokasi kejadian, Kamis (23/4) siang.

Joko Purwoko, Ketua RW 01/RT 01 Dusun 1, Surodadi, Donokerto, Turi, Pakem, Sleman membenarkan Saryadi. Ia yakin jembatan itu peninggalan Belanda setelah melihat rangka jembatan. “Masih memakai batu bata merah, bukan besi atau beton. Makanya saya yakin itu peninggalan Belanda,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar