Jogja Textile Illusion Art: Kain Kiloan Jadi Primadona

Oleh Jatu Raya,

Para model cantik memamerkan busana berbahan kain kiloan yang selama ini dianggap kain kelas dua

BERITA JOGJA – Kain kiloan dalam realitas kekinian tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Kendati terkesan jauh dari kata mewah, kain kiloan, jika berada di tangan yang tepat bisa disulap menjadi pakaian yang luar biasa bagusnya.

Seperti di tangan 80 para desainer yang disaring untuk event Jogja Textil Ilussion Art di gedung Red Mountain Building (RMB) Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (24/10) malam. Dengan kain kiloan sepanjang tiga meter, para desainer mendesain pakaian muslim yang kemudian dipamerkan oleh para model.

Model

Salah seorang model memakai busana dari bahan kain kiloan. (Foto: Aristides)

Para model yang berjalan di atas catwalk dengan desain ruang yang begitu nyeni banyak menimbulkan decak kagum penonton. Kecantikan mereka yang berbalut busana muslim berbahan kain kiloan membuat para model nyaris sempurna. “Saya enggak nyangka, dari kain kiloan yang kata orang murahan bisa jadi begitu. Keren bener, desainernya kreatif,” kata Astri Dewi, salah seorang pengunjung even ditemui di lokasi.

Panji Kurniawan, Ketua Panitia even cukup memahami kekagetan sejumlah pengunjung. Pasalnya, dalam dunia model, kain kiloan jarang mendapat tempat. “Kami tunjukkan bahwa kain kiloan bukan kain murahan dan cocok untuk busana muslim. Semua kain yang dipakai para model berasal dari toko kainkiloan.com,” katanya ditemui Beritajogja.id di sela-sela fashion show.

Dalam even tersebutm panitia juga mengadakan lomba modeling dan fotografi. Para pendaftar model yang sebagian besar masih berstatus mahasiswa ini berjumlah sepuluh orang dan akan membawa pulang hadiah jutaan rupiah. Juara pertama akan mendapatkan uang sebesar Rp2 juta ditambah trophy lukisan, juara kedua Rp1,5 juta plus trophy lukisan, dan ketiga Rp1 juta ditambah trophy lukisan.

“Sedangkan untuk fotografi juara pertama Rp1 juta, kedua Rp500 ribu, dan ketiga Rp300 ribu. Masing-masingnya juga mendapat trophy lukisan. Foto dinilai dari teknik pengambilan gambar,” tambah Panji.

Even ini sekaligus juga diadakan untuk memperkenalkan gedung serba guna RMB. Gedung yang berada kawasan Jalan Urip Sumoharjo 51 Jogja ini berkonsep ruangan seni dengan ornamen khas Jogjakarta.Owner RMB dan juga pemilik Toko Kain Kiloan.com, Hendrik,menuturkan pembangunan RMB sengaja dilakukan di Jogja karena terkenal sebagai kota wisata.

“Para wisatawan yang datang ke Jogja selain berwisata, biasanya mereka juga sering melakukan meetingatau pertemuan-pertemuan lain. Maka kami sediakan alternatif gedung serbaguna untuk mengakomodir kepentingan ini dengan harga sangat terjangkau. RMB merupakan gedung serbaguna dengan fasilitas lengkap dan harganya terpaut 60 persen lebih murah dibanding dengan gedung pertemuan di hotel,” papar Hendrik.

Art Director RMB, Trio A dari Komunitas Seni “Sedulur Dewe” menambahkan konsep ruangan yang seluruh dindingnya ditutupi dengan kain dijadikan sebagai media untuk melukis. “Kami mengambil konsep lukisan tentang Kebhinekaan ruang dengan dekorasi natural. Selain itu juga adanya Kebhinnekaan aneka flora fauna kemudian ditambah beberapa siluet-siluet bangunan tradisional. Tak lupa kami menampilkan gambaran Tugu Yogya sebagai cirikhas,” jelasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar