JPIK Jogja-Jateng Beberkan Perusakkan Hutan di Pulau Jawa

Oleh Jatu Raya,

Perusakkan hutan di Pulau Jawa kurang mendapat perhatian serius.

BERITA JOGJA – Sebagian besar hutan di Pulau Jawa rusak parah. Sayang, kondisi ini tak banyak mendapat ruang di media nasional maupun lokal. Tema hutan baru mengemuka setelah terjadinya kebakaran pun di luar Pulau Jawa.

Demikian keluhan sejumlah peneliti dari Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) wilayah Jogja-Jateng baru-baru ini. Selain memberikan keluhannya, JPIK juga memaparkan daftar perusakkan hutan selama periode 2015 lalu.

Hutan (Dok.Istimewa)

Hutan (Dok.Istimewa)

Selama menjalankan amanat Kementrian Kehutanan RI, JPIK menemukan penebangan liar Pohon Damar seluas 6,8 hektar pada petak 32A RPH Gucialit BKPH Sendoro KPH Probolinggo yang berada di Sumber Mata Air Sumberuling Desa Gucialit.

Yani Andre, peneliti JPIK membeberkan dampak perusakkan ini adalah berkurangnya debit mata air yang sering dikonsumsi masyarakat sekitar hutan. “Dampaknya adalah berkurangnya debit air di mata air sampai 50 persen dan masyarakat mengalami kekeringan,” beber Yani ketika ditemui di Hotel Cakra Kembang lusa lalu.

Mereka juga menemukan adanya penebangan Pohon Bendho di Probolinggo tahun 2015.  Padahal Pohon Bendho sendiri dilarang untuk ditebang. Lalu ada pula temuan penebangan pohon Sonokeling seluas 35 hektar yang diindikasikan dilakukan di sekitar kawasan terlarang di Pantai Rowo Canggah, Jember. Terakhir, penebangan sejumlah pohon di areal kawasan terlarang Sumber Mata Air Jumprit di kawasan kerja Perhutani Kedu Utara.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban Perum Perhutani soal ini. Kenapa ada penebangan seperti itu padahal mereka sudah dipasrahkan jadi pengelola,” kata Yani.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar