Kamu Golongan yang Mana? Andalkan Bakat atau Pekerja Keras?

Oleh Zaenu R,

Ketika tidak sanggup membangun apa yang kamu cintai, cintailah apa yang kamu kerjakan sekarang.

BERITA JOGJA – Messi dan Christian Ronaldo adalah contoh konkret bagaimana individu yang menikmati hasil dari passion dan kerja keras. Ibrahimovic, pernah bilang kalau Messi punya bakat alami sepakbola sedangkan Ronaldo adalah pekerja keras. Skill Ronaldo saat ini adalah hasil kerja kerasnya selama latihan. Bukan berarti Messi saat ini berdiri di atas bakat saja, striker Barcelona itu juga enggak kalah latihannya dari Ronaldo.

Keduanya juga jadi bukti bahwa bakat membutuhkan kerja keras. Kerja keras juga bakal menumbuhkan potensi dalam diri dan membentuk individu perlahan. Seminar Nasional “Follow Your Passion and Passion will Follow You” yang diselenggarakan Senat Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jumat (10/2) kemarin mengupas persoalan itu.

Stephanie Wose, make up artist dan youtuber dalam seminar (Foto: UAJY)

Stephanie Wose, make up artist dan youtuber dalam seminar (Foto: UAJY)

Seminar kemarin dihadiri para pelaku industri kreatif muda di Indonesia: Eka Gustiwana (Music Composer dan Youtuber), Stephanie Wose (Make Up Artist dan Youtuber), dan Michael Edo (Founder Me and Partners). Mereka membeberkan bagaimana hubungan bakat, passion, dan bekerja keras demi meraih cita-cita.

Dalam seminar ini Eka menegaskan jika anak muda perlu membuka relasi seluas-luasnya. Passion butuh konsistensi. Seorang yang memiliki passion, namun malas dapat dikalahkan oleh seorang pekerja keras. Selain itu, apapun pekerjaan yang nantinya digeluti harus tetap dilakukan dengan hati. “Ketika kamu tidak sanggup membangun apa yang kamu cintai, cintailah apa yang kamu kerjakan sekarang. Karena pada saatnya kamu akan menemukan passionmu, ketika kamu konsisten mencintai yang kamu kerjakan,” jelas Eka.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar