Kasus Mantan Ketua FPI Jogja Bisa Jadi Perdata

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Perkara kasus jual beli tanah yang melibatkan eks Ketua FPI Jogjakarta, Bambang Tedy dan Istrinya Sebrat Harjanti dengan Riki Jo dan sejumlah warga Desa Balecatur diusulkan menjadi perkara perdata oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rochmad SH. Ketika memimpin sidang lanjutan kasus tanah di Ruang Sidang I PN Sleman, Rabu (11/3) pagi, […]

BERITA JOGJA – Perkara kasus jual beli tanah yang melibatkan eks Ketua FPI Jogjakarta, Bambang Tedy dan Istrinya Sebrat Harjanti dengan Riki Jo dan sejumlah warga Desa Balecatur diusulkan menjadi perkara perdata oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rochmad SH.

Kasus Sebrat

Istimewa

Ketika memimpin sidang lanjutan kasus tanah di Ruang Sidang I PN Sleman, Rabu (11/3) pagi, Rochmad mengusulkan hal tersebut. Pasalnya perkara jual beli 11 tanah antara kedua terdakwa dengan Rico Jo dan warga sudah hampir selesai.

“Kalau sudah hampir selesai begini, artinya dari 11 tanah hanya satu yang belum lunas betul,kasusnya dibawa ke perdata saja. Jangan pidana dulu, damai lebih penting,” kata Rochmad usai mendengar kesaksian terdakwa.

Sebrat dan Bambang sendiri sudah menyerahkan seluruh surat tanah pada Riko Jo. Kendati demikian keduanya mengaku hanya berbasis kepercayaan dalam penyerahan tersebut. “Tadi waktu persidangan klien kami sudah menjelaskan bahwa seluruh setrtifikat sudah ada di tangan Riky Jo,” jelas Kuasa Hukum terdakwa, Agus Nurudin SH ditemui di PN Sleman.

Untuk persidangan pekan depan dengan agenda pembuktian usaha, Rochmad meminta agar kedua terdakwa membawa bukti badan usaha yang mereka kelola setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menduga adanya pencucian uang yang dilakukan kedua terdakwa.

“Pekan depan sidang agenda pembuktian. Tadi Ibu Sebrat dan Pak Bambang menyatakan memiliki bukti-bukti yaitu kuitansi dan izin usaha,” tambah kuasa hukum..

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar