Kebutuhan Air Hotel dan Warga Jogja Sudah Tidak Seimbang

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Kebutuhan air antara hotel dengan warga di Jogjakarta sudah tidak seimbang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Studi Managemen Bencana UPN Veteran, Eko Teguh Paripurno kepada beritajogja.id melalui sambungan telpon, Sabtu (30/5). Menurutnya saat ini kebutuhan warga Jogja setiap harinya akan air yaitu 120 liter/perorang, sementara untuk hotel 250-350 liter/orang. Eko mengatakan […]

BERITA JOGJA – Kebutuhan air antara hotel dengan warga di Jogjakarta sudah tidak seimbang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Studi Managemen Bencana UPN Veteran, Eko Teguh Paripurno kepada beritajogja.id melalui sambungan telpon, Sabtu (30/5).

40 mata air Sleman terancam kering

Ilustrasi Mata Air (Govita Bateman)

Menurutnya saat ini kebutuhan warga Jogja setiap harinya akan air yaitu 120 liter/perorang, sementara untuk hotel 250-350 liter/orang. Eko mengatakan jumlah tersebut belum dihitung dengan jumlah kamar, luas hotel dan juga tingkatnya.

“Kebutuhan air ini sudah tidak seimbang. Kalau per 100 meter hotel itu ada empat kamar, lalu perkamar itu ada dua orang, tinggal dikalikan berapa luas hotel dan tingkatnya, lalu dikalikan berapa jumlah hotel,” katanya.

Hal tersebut harus diwaspadai, sebab selama ini hotel menggunakan sumur bor dan menyedot air tanah dalam. Namun jika itu dilakukan secara berlebihan bisa berdampak pada sumur-sumur warga di sekitar hotel.

“Ini yang harus diwaspadai, kalau itu terjadi, sumur warga akan turun airnya,” tegasnya.

Selain itu, suplay air PDAM juga harus diperhatikan, sebab ada hotel yang menggunakan PADM juga. Hal tersebut menyebabkan pasokan air PDAM lebih banyak tersedot untuk hotel.

“Sumber mata air yang digunakan PDAM sangat mungkin akan tersedot banyak untuk hotel, dan nantinya warga di sekitar sumber air itu bisa kekurangan air,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar