Kecam Pernyataan Saksi Ahli, Ratusan Warga Rembang Demo UGM

Seratusan warga Pegunungan Kendeng, Rembang mendatangi Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menggelar aksi demontrasi, Jumat (20/3) pagi. Aksi demonstrasi warga Rembang dilakukan sebagai bentuk penolakan kesaksian dua dosen UGM yaitu Eko Haryono dan Heru Hendrayana di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (19/3) kemarin. Aksi demonstrasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog antara warga […]

Seratusan warga Pegunungan Kendeng, Rembang mendatangi Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menggelar aksi demontrasi, Jumat (20/3) pagi. Aksi demonstrasi warga Rembang dilakukan sebagai bentuk penolakan kesaksian dua dosen UGM yaitu Eko Haryono dan Heru Hendrayana di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (19/3) kemarin.

Warga Rembang datangi UGM

Seratusan warga Rembang datangi Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (20/3). (Foto: Cahyo Purnomo Edy)

Aksi demonstrasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog antara warga dengan pihak UGM di Ruang Sidang Lantai 2 Sayap Selatan. Perwakilan warga diterima langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna Sugarda yang mewakili Rektor UGM yang tengah berada di Jepang.

Dalam dialog, Gun Retno selaku salah satu perwakilan dari warga mengatakan bahwa warga keberatan atas kesaksian dosen UGM Eko Haryono yang mengatakan bahwa kawasan Pegunungan Kendeng termasuk kawasan karst muda dan boleh ditambang. Jika ada kategorisasi karst muda dan kemudian boleh ditambang, Gun Retno mengatakan ke depan tak akan ada lagi kawasan karst tua. Sebab saat karst masih muda sudah dihabiskan dengan ditambang.

“Kesaksian Eko Haryono dalam persidangan tersebut perlu dipertanyakan. Kami memertanyakan kenetralan saksi ahli dari UGM. Maka dari itu kami minta pihak UGM untuk bertindak,” ujar Gun Retno.

Senada dengan Gun Retno, perwakilan ibu-ibu warga Pegunungan Kendeng, Sukinah juga mengatakan keberatan dengan kesaksian para saksi ahli dari UGM saat di PTUN. Menurutnya, kedua saksi ahli tersebut lebih condong berpihak ke perusahaan dibandingkan memihak rakyat.

“UGM adalah kampus rakyat dan dibiayai oleh rakyat jadi seharusnya berpihak kepada rakyat. Seharusnya dosen dari UGM juga berpihak kepada rakyat yang saat ini tengah berjuang menyelamatkan lingkungan dan mempertahankan haknya,” ucap Sukinah.

Menanggapi keberatan dari warga Pegunungan Kendeng, Paripurna selaku perwakilan pihak UGM mengatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Nantinya pihak UGM akan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“UGM akan membentuk tim untuk mengevaluasi hal tersebut. Ya, saat menjadi saksi ahli diharapkan dosen UGM selain berlandaskan pada kejujuran pengetahuan juga harus mengedepankan nilai-nilai. Pengetahuan tidak lepas dari nilai-nilai kebajikan. Ilmu untuk kebajikan itu yang dianut oleh UGM,” jelas Paripurna.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar