Keinginan Orang Tua vs Keinginan Anak, Siapa yang Harus Mengalah?

Oleh Jatu Raya,

Anak mau jadi musisi, tapi ditentang orang tua yang lebih menginginkannya jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau karyawan.

BERITA JOGJA – Cita-cita masa kecil enggak ada duanya. Mau jadi pilot, dokter, musisi, guru, masinis, nakhoda, menteri, sampai presiden. Bebas. Orang tua juga enggak bakal melarang atau mempertanyakan soal cita-cita saat itu. Tapi, semuanya berubah pas sudah besar. Soalnya sering banget kejadian keinginan anak bertabrakkan sama keinginan orang tua.

ilustrasi orang tua vs anak. (Foto: Istimewa)

ilustrasi orang tua vs anak. (Foto: Istimewa)

Anak mau jadi musisi misal, tapi ditentang orang tua yang lebih menginginkan Sang anak jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai di perusahaan besar.

“Biasanya ini yang sering terjadi kalau anak sudah beranjak dewasa. Cita-cita anak sering dipotong sama asumsi-asumsi yang belum terjadi seperti ‘jadi PNS itu terjamin dibandingkan dengan’ dan lain-lain,” jelas Nugrahaeni Ariani, Psikolog UII.

Apa yang dikisahkan Ariani dialami sendiri oleh Maulana Susetyo, mahasiswa UNY asal Brebes. Dikisahkan Lana, orang tuanya ingin ketika lulus nanti Lana jadi guru di kampung halaman. Padahal Lana punya cita-cita jadi desainer. “Saya bingung, mau menuruti apa kata orang tua atau kekeh melanjutkan cita-cita saya,” katanya.

Perbedaan keinginan ini menurut Ariani sih karena adanya faktor psikologis yang dialami orang tua dan anak. Orang tua, jelasnya, punya pandangan yang berasal dari pengalaman, sementara si anak dari imaji yang berusaha mewujud.

“Pengalaman ini bisa macem-macem, ada yang datangnya dari traumatis atau melihat hidup orang lain sehingga adanya ketakutan hal buruk menimpa anak. Saat ada dalam kondisi itu anak akan mengalami pertengkaran batin, apa nekat atau menuruti orang tua seperti yang diajarkan mayoritas selama ini,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar