Kebohongan Jogja dalam sinetron

Keistimewaan Tak Boleh Lahirkan Pecinta Kekerasan di Jogja

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Salah satu penafsiran keistimewaan di luar konteks kenegaraan dalam benak Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX kini sudah dianggap angin lalu. Memang banyak yang memuja Sultan HB IX, namun pujaan itu tanpa adanya pembelajaran tentang keistimewaan dalam benak Sultan. Sultan HB IX sempat membuat pegangan untuk rakyat dalam menafsirkan keistimewaan. Dalam buku […]

BERITA JOGJA – Salah satu penafsiran keistimewaan di luar konteks kenegaraan dalam benak Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX kini sudah dianggap angin lalu. Memang banyak yang memuja Sultan HB IX, namun pujaan itu tanpa adanya pembelajaran tentang keistimewaan dalam benak Sultan.

Kebohongan Jogja dalam sinetron

Istimewa

Sultan HB IX sempat membuat pegangan untuk rakyat dalam menafsirkan keistimewaan. Dalam buku Sepanjang Hayat Bersama Rakyat yang ditulis Julius Pour, keistimewaan berarti pemangku kebijakan melakukan semua hal hanya dan untuk kemakmuran rakyat. Rakyat di atas tahta dan pemimpin adalah pelayan bagi rakyat. Lalu ada lagi tentang bagaimana seharusnya warga hidup yang dalam benak Sri Sultan harus berdampingan, beretika, berbagi, terbuka dan saling mencintai satu sama lain.

Dari dua fakta sejarah yang telah dicatat dalam banyak literatur itu terlihat bahwa keistimewaan dalam benak Sultan tidak terpusat pada Kraton, kantor pemerintah, atau dirinya sendiri selaku raja. Ia memusatkan keistimewaan secara komunal, pada rakyatnya. Di era ketika Sultan masih memimpin Kraton, ia berhasil menularkannya pada warga.

Adrianus Mooy, Gubernur Bank Indonesia periode 1988-1993 misalnya. Penggagas dimasukkannya wajah Sultan dalam uang Rp10 ribu era Orba itu ingat betul suasana Jogja kala ia berkuliah dulu.  “Jogja telah membentuk saya menjadi orang Indonesia. Di kota tersebut datang segala macam suku bangsa dan mereka semua bisa bermasyarakat dengan harmonis dan tenteram,” kenang Adrianus.

Halaman

1 2 3 4

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • anton bantul

    waiki akeh sik do kemaki,,, mati waeee

  • Ndasmu

    Pancen bener. Saiki akeh seng seneng gelud. Mahasiswa ra gelem metu seko kamar kost. Asik dolanan HP wae…tak kenal maka tak sayang buoosss