Kemensos Naksir Data Penduduk Miskin Sleman

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Data warga miskin yang diperoleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman bakal jadi bahan rujukan kartu sakti Presiden RI Joko Widodo. Pasalnya, data yang didapatkan lebih baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) karena melibatkan warga dari tingkat kecamatan hingga perdukuhan. Kemensos RI pun dibuat jatuh hati program ini. Pada tahun 2014 […]

BERITA JOGJA – Data warga miskin yang diperoleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman bakal jadi bahan rujukan kartu sakti Presiden RI Joko Widodo. Pasalnya, data yang didapatkan lebih baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) karena melibatkan warga dari tingkat kecamatan hingga perdukuhan. Kemensos RI pun dibuat jatuh hati program ini.

Data penduduk miskin Sleman

Wabup ketika memantau Gapoktan Sidomulyo Sleman (Foto: Lia)

Pada tahun 2014 tingkat kemiskinan berdasar data TKPK di Kabupaten Sleman sebesar 11,85 persen. Sedangkan BPS mendapatkan data sekitar 10 persen. Perbedaan ini memang tidak terlalu besar, namun yang membedakannya adalah proses pencarian dan pelibatan masyarakatnya.

“Jadi Kementrian Sosial sudah bekerja sama dengan Pemkab Sleman untuk jadi rujukan data Kartu Sakti Jokowi pada April mendatang,” terang Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, Kamis (26/2) di depan wartawan.

Kemensos sendiri sudah menunjuk Sleman menjadi satu dari sepuluh Kabupaten di Indonesia sebagai pilot project pengentasan kemiskinan. Penunjukkan ini dikarenakan setelah adanya program TKPK, kemiskinan di Sleman berangsur-angsur turun. Sejak 2012 hingga awal 2015 Pemkab telah berhasil menurunkan sekitar empat persen prosentase kemiskinan.

“Dari 2012 prosentasi kemiskinan kita 15 persen sekarang sisa 11 persen saja. Ini yang membuat Kemensos tertarik dengan cara yang dilakukan Pemkab,” tambahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar