Kiai Muhaimin Yakin Jaringan Internasional Ingin Hancurkan Kraton Jogja

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jogjakarta, Kiai Abdul Muhaimin yakin bahwa pengubahan gelar dan nama Sultan sudah terencana sejak lama. Kiai besar ini juga menduga jaringan internasional di balik ini semua. “Ini kerjaan invisible hands yang ingin menghancurkan harmonisasi kebudayaan dan islam di Kraton. Saya sudah menduga sejak menahun yang lalu. […]

BERITA JOGJA – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jogjakarta, Kiai Abdul Muhaimin yakin bahwa pengubahan gelar dan nama Sultan sudah terencana sejak lama. Kiai besar ini juga menduga jaringan internasional di balik ini semua.

Kisruh Sabda Raja

KH Muhaimin saat ditemui di Kompleks Makam Panembahan Senopati, Minggu (10/5) pagi. (Foto: Aristides)

“Ini kerjaan invisible hands yang ingin menghancurkan harmonisasi kebudayaan dan islam di Kraton. Saya sudah menduga sejak menahun yang lalu. Mungkin malah kehancuran itu datangnya dari dalam sendiri,” duganya, Minggu (10/5) usai menghadiri doa bersama dan pernyataan sikap Jamaah Nahdliyin di Kompleks Makam Penambahan Senopati di Kota Gede.

Ia menambahkan dugaannya ini berawal dari banyaknya wacana-wacana modern yang dilemparkan ke Jogja. Banyak dari wacana modern itu mengancam harmonisasi kesatuan islam dan kebudayaan yang di Jogja yang direpresentasikan melalui Kraton.

“Banyak sudah yang dilempar mulai dari gender yang tak disaring lah dan lain-lain. Selain itu Kraton juga jadi satu-satunya kerajaan islam di dunia yang masih kokoh berdiri. Dihapusnya gelar Kalifatullah itu tanda bagaimana pihak luar sudah sukses,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • retno wulandari

    jangan tuduh dunia international yg kacaukan kraton jogja. Sultan juga manusia yg tak lepas dari nafsu akan harta. Lihat lah berapa banyak perusahaan yg dipegang GKR Pembayun, Sultan tidak mau keluarganya kehilangan itu semua.