Sultan HB V

Kisah Cinta Sultan HB V yang Memilukan

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Kisah cinta raja-raja Kraton Jogja kerap membuat penasaran. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana cinta Raja. Namun, kisah cinta raja-raja Kraton sering diceritakan bermula dan berakhir manis. Dari sedikit yang tragis, barangkali Sultan Hamengku Buwono (HB) v menjadi salah satunya. Kisah Sultan HB V tak seindah raja lainnya. Cintanya berakhir di ujung pisau […]

BERITA JOGJA – Kisah cinta raja-raja Kraton Jogja kerap membuat penasaran. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana cinta Raja. Namun, kisah cinta raja-raja Kraton sering diceritakan bermula dan berakhir manis. Dari sedikit yang tragis, barangkali Sultan Hamengku Buwono (HB) v menjadi salah satunya.

Sultan HB V

Istimewa

Kisah Sultan HB V tak seindah raja lainnya. Cintanya berakhir di ujung pisau orang yang dicintainya. Sultan, dibesarkan dengan kasih sayang yang luar biasa di lingkungan kraton. Kasih sayang yang diterimanya sejak kecil membuat Sultan HB V tumbuh menjadi raja yang penyayang dan menolak kekerasan.

Namun sikapnya ini ditafsirkan berbeda oleh sejumlah relasinya di Kraton. Tak ingin rakyatnya terluka ketika ada seruan mengangkat senjata dari orang di Kraton, Sultan HB V menolak dan lebih memilih kompromi dengan Belanda untuk menyelamatkan rakyat. Namun sikap komprominya itu ditafsirkan berbeda. Sultan HB V dituduh pengecut oleh adiknya.Protes adik Sultan HB V, Ariojoyo, cukup bisa dipahami karena berdasar pada kecintaan yang sama besarnya pada rakyat.

Setelah mempersunting putri kerajaan Brunei,  Ariojoyo mendapatkan bantuan kekuatan militer untuk melawan Belanda. Sementara itu, protes dari Ariojoyo ditanggapi serius oleh pihak kerabat Kraton yang mulai berpaling dari Sultan HB V, termasuk istri ke-5 Sultan. Namun sebagian rakyat masih mendukung Sultan. Sayangnya dukungan rakyat Jogja kala itu tidak mampu mendamaikan konflik internal Kraton.

Entah apa yang terjadi, Pada 1855, sebagaimana yang dituliskan Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern dan Purwadi melalui Sejarah Raja-Raja Jawa Sultan meregang nyawa setelah ditikam oleh Kanjeng Mas Hemawati, istri ke-5. Kematian HB V meninggalkan duka bagi keluarganya, khususnya permaisuri.

Tiga bulan setelah peristiwa itu, Permaisuri HB V juga wafat karena sakit berkepanjangan. Sultan pun mendapat julukan khusus setelah wafat, yaitu Wereng Saketi Tresno yang berarti meregang nyawa di tangan orang yang dicintai.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar