Edhi Soenarso. (Foto: Sandy Pirouzi)

Kisah Jahil Edhi Soenarso di Kampus ISI Jogja

Diam-diam Edhi menyusup di antara siswa ASRI dan ikut melukis tapi malah ketahuan dosen.

BERITA JOGJA – Tiap orang besar sepertinya banyak punya kisah spesial. Edhi Soenarso juga begitu. Seniman asal Jogja pembuat Patung Pacoran di Jakarta ini punya seabrek kisah spesial juga. Mulai dari kedekatannya dengan Bung Karno (Baca: Kisah Sedih Edhi Soenarso Menyambut Kematian Bung Karno) atau awal mula dia ngampus di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI( yang sekarang dikenal ISI.

Edhi Soenarso. (Foto: Sandy Pirouzi)

Edhi Soenarso. (Foto: Sandy Pirouzi)

Ada cerita lucu nih waktu kali pertama Edhi Soenarso ngampus di ASRI. Tahun 1949, Edhi baru saja dibebaskan dari tahanan perang di Bandung. Pas balik Jogja, Edhi Soenarso enggak jauh-jauh deh sama urusan militer dan perang dengan bergabung di Kantor Urusan Demobilisasi Pejuang (KUDP). Bergabung di KUDP Edhi setiap sore harus ikut apel bersama di Gedung Agung.

Nah buat apel bersama ini Edhi sering banget lewat kampus ASRI di jalan Tanjung. Melihat aktivitas siswa ASRI, hasrat seni Edhi pun muncul. Dia punya ide brilian. Diam-diam Edhi menyusup di antara siswa ASRI dan ikut melukis. Awalnya aman, tapi aksinya ini ketahuan Hendra Gunawan, seorang dosen ASRI. Ketika itu Edhi takut akan dimarahi oleh Hendra, namun Hendra justru memuji karya Edhi dan menawarinya menjadi siswa ASRI.

Ketika itu syarat menjadi mahasiswa ASRI adalah memiliki ijazah minimal SMP. Edhi ketika itu tidak memiliki ijazah. Mengetahui keadaan itu, Hendra pun kemudian menawari Edhi menjadi siswa Toehorder atau siswa luar biasa ASRI. Hendra pun membawa hasil gambar dan sketsa milik Edhi ke direktur ASRI. Tak lama berselang, direktur ASRI pun menyetujui Edhi menjadi siswa luar biasa ASRI. Berawal dari ASRI inilah kecintaan dan bakat seni Edhi terasah.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar