Jenderal Soedirman. (Dok Istimewa)

Kisah Jimat Sakti dan Bubuk Merica Jenderal Soedirman

Selama perang gerilya, banyak kisah tentang kesaktian Jenderal Soedirman yang membuat orang tambah menaruh hormat.

BERITA JOGJA – Jenderal Soedirman adalah pahlawan besar Indonesia. Ia adalah sosok pemimpin tegas sekaligus ahli strategi perang. Taktik perang gerilyanya terbukti membuat Belanda ngos-ngosan menghadapi Jenderal Soedirman.

Jenderal Soedirman. (Dok Istimewa)

Jenderal Soedirman. (Dok Istimewa)

Lahir di Purbalingga 24 Januari 2016, Jenderal Soedirman laiknya orang Jawa klasik pada umumnya yang percaya dengan klenik. Majalah Tempo edisi Senin 12 November 2012 pun mendapatkan kisah tentang bagaimana kepercayaan klenik oleh Soedirman itu.

Dikisahkan oleh Muhammad Roem, delegasi Indonesia dalam perjanjian Renville di Jogja 17 Januari 1948 di Majalah Tempo, bahwa sebelum perundingan Roem disuruh Sukarno untuk menemui Jenderal Soedirman. Saat sampai di rumah Soedirman, Roem diberi secarik kertas oleh rekan Soedirman.

“Jimat ini tidak boleh terpisah dari Saudara. Kalau hilang, kekuatannya bisa berbalik. Jagalah baik-baik,” kata Soedirman yang kemudian diterima Roem.

Entah karena jimat itu atau tidak, Roem memancarkan kharisma dalam perundingan itu. Amerika, yang jadi penengah pun memuji Roem habis-habisan. Menerima pujian itu Roem hanya senyum sambil meraba jimat yang diberikan Soedirman itu saku celananya.

Kisah lain yang cukup menghebohkan terjadi pada masa perang gerilya. Sebagaimana dituliskan Tempo, bahwa kisah ini diceritakan Mohammad Teguh Sudirman dari seorang santri Pesantren Krapyak Jogja. Dikisahkan bahwa santri itu melihat Jenderal Soedirman pernah menjatuhkan pesawat Belanda hanya dengan meniupkan bubuk merica.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar