Koboy

Kisah Para Koboy Rapat di Jogja

Oleh Maya Eka,

Beginilah kisah mereka yang sempat disebut koboy sebelum ikut perjuangan kemerdekaan

BERITA JOGJA -Beginilah kisah mereka yang sempat disebut koboy sebelum ikut perjuangan kemerdekaan.

Koboy

Oerip (kiri) bersama Soedirman. (Foto: Dokumen Historia.id)

Peristiwa maha penting terjadi di Jogja pada 12 November 1945.Sejumlah perwira dengan senjata di pinggang berkumpul dan saling terlibat debat sengit bahkan sampai memaki. Situasi menengangkan kala itu terjadi saat diadakan rapat perwira yang dipelopori oleh Letnan Jendral Soemoharjo. Rapat perwira yang kerap dibilang rapat koboy tersebut diadakan guna menentukan siapa yang akan menjadi pimimpin tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Jika dalam film yang berjudul Jendral Soedirman yang muncul baru-baru ini, keadan rapat pemilihan pimpinan TKR digambarkan begitu hangat. Gambar itu berbanding terbalik dengan apa yang dinyatakan oleh Mayor Didi Kartasamita dalam biografinya Pengabdian Bagi Kemerdekaan, karya Tatang Sumarsono. Didi pun menyatakan bahwa rapat itu jauh dari kata disiplin sebuah organisasi tentara.

Dari dalam keriuhan itu, terpilihlah Kolonel Soedirman, yang kala itu adalah Komandan Divisi V TKR Banyumas, sebagai pemimpin tertinggi TKR. Pemilihan dilakukan dengan pemungutan suara. Kala itu yang bersaing adalah Letnan Jendral Oerip Soemoharjo dan Kolonel Soedirman. Akhirnya Kolonel Soedirman menang dengan perolehan 23 suara, sedangkan Oerip hanya mendapat 21 suara.

Kala itu, meski Kolonel Soedirman yang masih lebih junior terpilih, Letnan Jendral Oerip Soemohardjo bisa menerima dengan bijak. Tidak memandang bahwa dirinya lebih senior, Oerip memberi selamat kepada Soedirman. Sedangkan Soedirman meski telah terpilih menjadi pemimpin tertinggi TKR, dengan hormat meminta agar Oerip bersedia membantu tugas-tugasnya menjadi panglima besar.

Akhirnya Letnan Jendral Oerip Soemoharjo pun menjabat sebagai kepala star TKR, membantu tugas-tugas sang panglima besar TKR tersebut. Bahkan Oerip pun menyampaikan janji akan loyal terhadap semua kebutusan yang diberika oleh Soedirman.

Meski keputusan itu dihasilkan dari rapat yang jauh dari kata disiplin ala militer dan begitu riuh, namun keputusan yang dihasilkan dijalani dengan rasa hormat. Bahkan janji loyalitas yang diberika oleh Oerip kepada Soedirman tetap dipegang teguh hingga ia wafat pada 17 November 1948.

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar