Kisah Perampok

Kisah Para Perampok Sakti di Jogja

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA -Pentung Pinanggul, Gobang Kinosek, Kandhang Jinongkeng, Dhadhun Sinendel, dan nama-nama lain merupakan pemimpin kecu (rampok) di Jogjakarta pada masa Hamengku Buwono V berkuasa, tahun 1828-1855. Dari namanya, mereka terdengar sangat sakti dan sulit ditangkap oleh Belanda kala itu. Para kecu ini biasanya merampok personil perkebunan, orang cina, dan kepala-kepala perkebunan setempat. Perampokan dilakukan […]

BERITA JOGJA -Pentung Pinanggul, Gobang Kinosek, Kandhang Jinongkeng, Dhadhun Sinendel, dan nama-nama lain merupakan pemimpin kecu (rampok) di Jogjakarta pada masa Hamengku Buwono V berkuasa, tahun 1828-1855. Dari namanya, mereka terdengar sangat sakti dan sulit ditangkap oleh Belanda kala itu. Para kecu ini biasanya merampok personil perkebunan, orang cina, dan kepala-kepala perkebunan setempat.

Kisah Perampok

Istimewa

Perampokan dilakukan malam hari dengan membawa setidaknya 5 orang personil dalam satu kali operasi perampokan. Waktu perampokan pun dilakukan ketika gagal panen, pajak yang naik, juga kerja wajib yang dianggap terlalu berat. Berdasarkan Koloniaal Verslag kerja-kerja para kecu ini pun dilakukan setiap tahun dengan frekuensi yang cukup tinggi.

Residen Mullemeister sempat pusing dengan kehadiran kecu dan laporan warga yang gelisah akan kehadiran kecu, seperti Blommestein, penguasa perkebunan di Jogjakarta. Akhirnya beberapa kebijakan pun keluar seperti reorganisasi desa untuk mencegah kerusuhan meski tetap tak bisa dihindarkan. Akhirnya, cara lain pun diambil dengan menambah jumlah polisi jaga.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar