Soedjono (Dok Wikipedia)

Kisah Para Walikota Jogja: Soedjono (1966-1975)

Soedjono menjadi Walikota di tengah perpindahan kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto.

BERITA JOGJA – Soedjono menjadi Walikota di tengah perpindahan kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto. Ia juga menjadi walikota usai peristiwa G30 S yang dilanjutkan dengan kengerian pembantaian terduga dan simpatisan PKI. Ia punya tugas yang cukup berat: memulihkan kondisi psikologis warga Jogja dan membantu terealisasinya pembangunan, sekaligus meredam adanya pergerakan mahasiswa saat dan sesudah peristiwa Malari.

Soedjono (Dok Wikipedia)

Soedjono (Dok Wikipedia)

Sebagai seorang yang dibesarkan lewat pendidikan militer, Soedjono mau tak mau harus mengikuti setiap perintah komandan tertinggi. Tercatat dua kali dia mendatangi KH.AR.Fachrudin, Ketua PP Muhammadiyah periode 1968 di Jalan Cik Di Tiro. Seperti yang dikisahkan sendiri oleh KH. AR. Fachrudin di Majalan Tempo Desember 1990.

Pada 1971 Soedjono diminta pemerintah pusat membujuk KH. AR. Fachrudin menjadi anggota DPR dan MPR karena jarang bersidang. Namun, KH, AR. Fachrudin menolaknya dengan halus. Setelah itu Soedjono tak pernah mendatangi KH. AR. Fachrudin.

Saat menjabat sebagai Walikota, Soedjono berperan penting dalam perbaikan Klenteng Gondomanan. Ia melihat Klenteng itu sangat tak terurus dan para pewaris seolah cuek saja. Padadal tahun 1940-an, Klenteng itu ramai didatangi orang.

Soedjono lantas memeringatkan seorang Tionghoa kaya, Tirto Winorto agar menjaga dan memperbaiki Klenteng. Kalau tidak, ancam Soedjono, Pemda yang akan mengambil alih. Setelah itu Klenteng pun dipugar habis-habisan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar