Kisah Sultan HB IX

Kisah Penobatan Dorodjatun Jadi Sultan HB IX

Oleh azkamaula,

BERITA JOGJA – Dorodjatun secara resmi dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX pada 18 Maret 1940. Sebelum dan sesudah dinobatkan, Sultan mengalami pergolakan batin yang hebat. Sebelum dinobatkan jadi Sultan, Dorodjatun berat menerima persyaratan Belanda. Waktu itu ada tiga yang disyaratkan Belanda padanya jika mau dinobatkan jadi putra mahkota kemudian Sultan. Kendati sudah […]

BERITA JOGJA – Dorodjatun secara resmi dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX pada 18 Maret 1940. Sebelum dan sesudah dinobatkan, Sultan mengalami pergolakan batin yang hebat.

Kisah Sultan HB IX

Istimewa

Sebelum dinobatkan jadi Sultan, Dorodjatun berat menerima persyaratan Belanda. Waktu itu ada tiga yang disyaratkan Belanda padanya jika mau dinobatkan jadi putra mahkota kemudian Sultan. Kendati sudah menerima langsung tanda kuasa berupa keris dari HB VIII Sultan tidak bisa begitu saja melanggeng ke kursi raja.

Belanda memberikan syarat Sultan harus memenuhi tiga kontrak politik sebelum dinobatkan. Tiga syarat yang harus dipenuhi Sultan adalah mengenai pengangkatan patih Sultan, pergantian nama prajurit Kraton menjadi legiun, dan pembentukkan Dewan Penasihat Raja.

Sultan tegas menolak. Penolakkan itu dilakukan selama berbulan-bulan dan mengakinatkan kekosongan pemimpin Kraton. Namun, di suatu malam ketika Sultan masih memikirkan tawaran itu, ia mendegar ada yang membisikinya.

“Le, Thole, tandatanganilah karena Belanda akan segera pergi,”

Tanpa pikir panjang, Sultan langsung mengikuti saran bisikan itu. Kemudian ia mendatangi pihak Belanda dan mendatangani kontrak politik itu. Bisikan itu menjadi kenyataan, di mana Belanda pergi diusir Jepang.

Cerita kedua terjadi saat pidato penobatan. Saat dinobatkan dengan kawalan tentara Kolonial, Sultan mengeluarkan pernyataan yang terkenal hingga kini.

“Al heb ik een uitgespriken Westerse opvoeding gehad, toch ben en blijf ik in de allereeste plaats Javaan (Walau telah mengenyam pendidikan barat, toh pertama-tama saya adalah dan tetap orang Jawa),” tegas Sultan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar