Soekarno (Foto: Istimewa)

Kisah Sedih Edhi Soenarso Menyambut Kematian Bung Karno

kabar kematian Bung Karno pun terdengar oleh Edhi Soenarso yang ketika itu sedang merakit Patung Dirgantara sesuai perintah Bung Karno.

BERITA JOGJA – Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan Patung Pancoran memiliki cerita sedih di balik pembuatannya. Cerita sedih itu bermula kala Edhi Soenarso ditugasi oleh Bung Karno untuk membuat sebuah patung tentang dunia penerbangan atau kedirgantaraan Indonesia. Ketika itu Bung Karno ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sebuah kekuatan dirgantara yang tak kalah dengan Rusia maupun Amerika.

Soekarno (Foto: Istimewa)

Soekarno (Foto: Istimewa)

Keinginan Bung Karno tersebut kemudian diceritakannya kepada Edhi dan memberinya tugas untuk membuat sebuah patung megah sebagai perlambang kegagahan dirgantara Indonesia. Edhi pun menyetujui permintaan Bung Karno tersebut. Pembuatan Patung Dirgantara dimulai 1964 hingga 1965. Saat mau selesai, pecahlah peristiwa 30 September yang membuat proyek terbengkalai.

Sebagaimana diceritakan Edhi dalam buku otobiografinya yang berjudul Meniti Jalan Pembebasan, pada tahun 1967, dia dipanggil menghadap Bung Karno di Jakarta. Bung Karno ketika itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden dan tak lagi tinggal di Istana.

“Saya dipanggil lalu berangkat ke Jakarta menemui Bung Karno. Kondisi Bung Karno ketika itu sudah sakit, mukanya pucat dan kurus. Saya ditanya bagaimana perkembangan Patung Dirgantara oleh Bung Karno,” ujar Edhi sebagaimana dikutip dari buku otobiografinya.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar