Art Jog

Kisah Seniman 1970-an Tentang Dunia Seni Jogja Dulu dan Sekarang

Oleh Jatu Raya,

Saat ini kebutuhan ekonomi yang sengaja diciptakan para pemilik modal membuat waktu untuk memikirkan karya seni tidak lagi 24 jam.

BERITA JOGJA – Prof.Dr.Faruk HT, guru besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM punya kenangan akan kegiatan dan pergerakkan seniman di Jogja era 1970-1980an. Faruk terkenang masa-masa di mana dirinya menggelandang bersama para seniman senior seperti Suminto A.Sayuti, Cak Nun, Umbu, dan lain sebagainya di zaman dulu.

Waktu itu ia melihat saat wadah untuk memamerkan karya para seniman sangat terbatas. Dulum kisahnya, para seniman itu rata-rata punya ruang hanya di media cetak dan gedung pameran, Padahal para seniman Jogja mencurahkan seluruh energi pada karya selama 24 jam penuh karena suasana Jogja kala itu masih sangat mendukung.

Seni Jogja

Prof.Dr.Faruk HT, Guru besar FIB UGM yang sempat mencicipi kerasnya dunia seni Jogja tempo dulu. (Foto: Aristides)

“Kita misalnya bicara puisi. Membuat puisi enggak sekadar modal imaji sepi atau ramai, tapi benar-benar berada di tengah kesepian. Di tengah alam Jogja, di tengah gelap. Tapi sekarang, saat ruang kota sudah semrawut, ada motor di mana-mana, iklan luar ruang di mana-mana, itu mengubah para seniman, khususnya waktu,” kisah Kepala PKKH UGM sejak 2014 ini.

Saat ini seniman seperti kehilangan ruang ideal untuk mencipta di tengah keruwetan ruang. Waktu pun makin terbatas, tidak lagi 24 jam seperti zaman dulu. Saat ini kebutuhan ekonomi yang sengaja diciptakan para pemilik modal membuat waktu untuk memikirkan karya seni idealis tidak lagi 24 jam.

“Paling berapa jam saat ini seniman yang memikirkan karya seperti dulu. Gelandang ke sana-sini untuk kontemplasi karya. Saat ini kebutuhan sudah semakin berat, dan membuat para seniman juga memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhannya. Dulu para seniman, yang tulis, menjadi editor sebagai kerjaan sampingan. Tapi sekarang terbalik,” tambahnya.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar