Sultab HB IX

Kisah Sultan HB IX dengan Bimo Kunting

Ada maksud tertentu dari Sultan HB IX saat menamai kereta pertama buatan PT.KAI dengan Bimo Kunting.

BERITA JOGJA – Bangga menggunakan produk bikinan dalam negeri tenyata sudah diinisiasi oleh para bapak bangsa pendiri Indonesia. Salah satunya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX. Semangat untuk memproduksi dan menggunakan karya anak negeri ini ditunjukkan Sri Sultan HB IX dengan mendorong perusahaan Kereta Api Indonesia (PT. KAI) yang dulunya bernama Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) untuk memproduksi lokomotif maupun kereta api sendiri.

Sultab HB IX

Istimewa

Mendapat dukungan dari Sri Sultan HB IX, PNKA di tahun 1965 kemudian berinisiatif untuk membuat lokomotif diesel. Ada tiga buah lokomotif diesel yang dibuat di Balai Yasa (dulunya bernama Balai Karya). Saat ini Balai Yasa masih beroperasi dan berada di kawasan Pengok, Jogja.

Proyek pembuatan tiga lokomotif diesel ini dikomandoi oleh Ir, Marjono yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Balai Karya. Ketiga lokomotif itu selesai dibangun pada tahun 1965 dan langsung dioperasikan oleh PNKA. Dari tiga lokomotif buatan pertama bangsa Indonesia tersebut, salah satunya diberi nama oleh Sultan HB IX dengan nama Bimo Kunting. Penamaan Bimo Kunting sendiri dipilih oleh Sri Sultan HB IX karena memiliki arti sosok yang kuat tapi memiliki tubuh yang kecil atau mungil.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar