Ilustrasi maling. (Dok. Istimewa)

Kisah Tiga Pemuda Jogja Membagikan Uang Pencurian ke Warga Miskin dan Masjid

Oleh Jatu Raya,

Mereka membagi-bagikan uang hasil rampok pada pengayuh becak, pengemis, sampai disumbangkan ke pembangunan masjid.

BERITA JOGJA – Kisah Robin Hood banyak menginspirasi banyak orang melakukan hal sama. Di Jakarta, terkenal nama Kusni Kadut yang terkenal sebagai Robin Hood-nya Ibu Kota medio 60-70an. Ia merampok barang-barang antik yang sebagian hasilnya dibagikan ke warga miskin.

Ilustrasi maling. (Dok. Istimewa)

Ilustrasi maling. (Dok. Istimewa)

Di Jogja, ternyata ada juga kisah serupa. Tepatnya pada 2012 lalu, tiga perampok berinisial EK, AG, dan TR asal Mantrijeron mengejutkan Jogja dengan membagi-bagikan uang hasil rampok pada pengayuh becak, pengemis, sampai disumbangkan ke pembangunan masjid.

Salah satu perampokan yang cukup menyita perhatian publik empat tahun lalu itu terjadi di sebuah toko tas. Mereka menguras ATM pemilik toko tas sebesar Rp37 juta setelah sebelumnya mengambil kartu ATM di dompet pemilik toko. Dari Rp80 juta yang ada di tabungan mereka mengambil Rp37 juga dan membagikannya pada warga miskin Jogja.

Namun aksi mereka kala itu langsung bisa dibereskan petugas yang mendapat laporan pencurian oleh pemilik toko tas. Adanya keterangan dari warga yang curiga ketika mereka membagi-bagikan uang mempermudah pelacakan. Kapolsek Mantrijeron yang bertugas kala itu, Kompol Aryuniwati membeberkan cara pelacakan.

“Warga kan juga melapor karena curiga ada yang bagi-bagi uang secara cuma-cuma. Jumlah uang yang dibagikan juga cukup besar, berkisar Rp50-Rp100 ribu,” katanya.

Pelacakan dan penangkapan mereka mudah saja dilakukan petugas setelah menerima banyak keterangan warga. Dari pengakuan ketiganya, mereka memang berniat membagi-bagikan uang rampasan pada warga miskin dan sebagian lagi untuk membangun masjid.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar