Kisah Sultan HB IX

Kisah Undangan Tahun Baru dari Sri Sultan HB IX Pada Sukarno

Oleh Maya Eka,

Usai pergantian tahun, tepatnya 2 Januari 1946, Sultan HB IX mengundang Sukarno dan Hatta ke Jogja dan memindahkan Ibu Kota sementara ke Jogja

BERITA JOGJA – Kisah “undangan” tahun baru dari Sri Sultan HB IX pada Presiden ke-1 RI, Sukarno, terjadi pada 1946. Kisah menegangkan ini bermula dari kedatangan Belanda ke Indonesia setelah Sukarno memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Kisah Sultan HB IX

Sultan HB IX mengundang Sukarno untuk memindahkan Ibu Kota ke Jogja. (Dok Istimewa)

Sultan HB IX yang mengetahui kalau Jakarta sebagai Ibu Kota dalam keadaan bahaya mengirim kurir ke Jakarta. Usai pergantian tahun, tepatnya 2 Januari 1946, Sultan HB IX mengundang Sukarno dan Hatta ke Jogja dan memindahkan Ibu Kota sementara ke Jogja.

Sukarno pun langsung setuju menerima undangan itu. Menggunakan kereta (Baca: Ini Kereta yang Dipakai Bung Karno Memindahkan Ibu Kota ke Jogja) Sukarno dan Hatta berangkat ke Jogja berpacu dengan tentara Belanda yang mengejar mereka.

Kereta Sukarno

Salah satu ruang yang digunakan Sukarno dan Hatta di dalam kereta. (Foto: Aristides)

Sampai di Jogja, Sukarno pun secara resmi memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Jogja pada 4 Januari 1946. Banyak yang bertanya, mengapa Jogja yang dipilih, bukan Bandung atau Surabaya. Prof.Soetaryo, sejarawan sekaligus peneliti kajian pancasila UGM memberikan analisisnya.

Menurutnya, Sukarno menerima undangan Sultan bukan tanpa alasan. Soalnya Jogja yang paling siap menjadi Ibu Kota waktu itu. Saat kemerdekaan Indonesia, Jogja langsung menyiarkannya melalui pengeras suara di Masjid Gedhe Kauman. “Juga Jogja waktu itu secara politik, budaya, dan ekonomi jadi yang paling siap. Juga sudah siap perang,” analisisnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar