KPPU Siap Bereskan Kartel Pangan Nakal

Oleh Jatu Raya,

KPPU membeberkan temuan kartel pangan di banyak pasar tradisional

BERITA JOGJA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pusat menaruh perhatian serius pada persoalan pangan di Indonesia. Lembaga independen yang bertugas mengontrol persaingan usaha itu kini tengah berfokus menuntaskan banyaknya kartel pangan yang mulai memasuki pasa-pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Syarkawi Rauf, Ketua KPPU ketika bertemu dengan Forum Jurnalis Hukum Jogja di sebuah hotel bilangan AM Sangaji, Selasa (19/4) malam  membeberkan banyaknya kartel di banyak pasar tradisional. Salah satunya temuan di Pasar Cipinang, Jakarta.

beras jadi makanan empuk kartel (Dok Istimewa)

beras jadi makanan empuk kartel (Dok Istimewa)

“Kami menemukan keanehan saat sidak di Pasar Cipinang kemarin. Kami menduga ada oknum pedagang di pasar yang sengaja menghambat masuknya beras lokal karena ingin mendapatkan margin keuntungan yang besar dari beras impor,” bebernya.

Dugaan itu dibenarkan Goprera Pangabean dari selaku anggota pengawasan KPPU. Tak hanya beras, sambung Goprera, KPPU juga mengendus adanya kartel yang bermain harga daging sapi di pasaran.Ia mencatat ada tujuh bahan pangan yang sedang mendapat perhatian serius dari KPPU.

“Ada beras, jagung, ayam atau telur, sapi, garam, gula, dan kedelai. Kalau memang didapatkan kartel yang mengatur harga yang merugikan masyarakat, bakal langsung kami sikat dan ajukan ke pengadilan,” tegasnya.

Untuk mewujudkannya KPPU kini sudah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga pemerintahan. Misalnya saja dengan Kementrian Pertanian, KPK, dan lain sebagainya. “Kami terus bekerjasama untuk mewujudkan Indonesia yang bebas kartel yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Hingga Desember 2015. KPPU suah menangani sekitar 129 kasus kecurangan dalam persaingan usaha. Baru-baru ini pun mereka sudah mengajukan dua perusahaan otomotif besar yang cukup familiar di Indonesia karena diduga melakukan kecurangan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar