Kuasa Hukum Kraton: Gugatan 1 Miliar ke PKL Tak Rasional

Gugatan sebesar Rp1 Miliar terhadap PKL dianggap tidak rasional dan berlebihan

BERITA JOGJA – Kuasa hukum Kraton Jogja, Achiel Suyanto yang bergelar KRT Nitinegoro memertanyakan rasionalitas gugatan sebesar satu miliar rupiah terhadap lima orang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan oleh pengusaha Eka Aryawan. Menurut Achiel, besarnya gugatan yang diajukan dianggapnya tidak rasional.

Lima orang PKL yang melakukan Topo Pepe memulainya dengan dengan berjalan kaki dari lokasi mereka biasa mencari nafkah dan mengakhiri di Alun-alun Utara, Minggu (13/9) siang. (Foto oleh Kresna)

Lima orang PKL yang melakukan Topo Pepe memulainya dengan dengan berjalan kaki dari lokasi mereka biasa mencari nafkah dan mengakhiri di Alun-alun Utara, Minggu (13/9) siang. (Foto oleh Kresna)

“Saya memertanyakan rasionalitas dari gugatan satu miliar rupiah tersebut. Wong tanah itu milik Kraton dan pemegang surat kekancingan hanya diijinkan menggunakannya, kok mengajukan gugatan sebanyak itu. Ingat surat kekancingan itu hanya perjanjian pinjam pakai tanah Kraton,” ujar Achiel saat menggelar konferensi pers, Senin (14/9) siang.

Menanggapi pernyataan Achiel tersebut, pengacara Eka Aryawan, Oncan Poerba mengatakan bahwa gugatan tersebut diajukan karena sebelumnya sudah ada proses mediasi dan damai yang dilakukan antara penggugat dengan tergugat. Namun, tidak adanya titik temu dari mediasi tersebut menjadi salah satu alasan kenapa kemudian gugatan diajukan.

“Sudah kita tunggu selama 6 bulan. Beberapa kali sudah kami ajak bertemu untuk membahas permasalahan ini tapi tidak ada titik temu,” terang Oncan ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jogjakarta, Senin (14/9).

Selain itu Oncan mengatakan bahwa gugatan yang diajukan kepada lima PKL tersebut merupakan upaya menegakkan hukum. Harapannya supaya hukum bisa berjalan dengan baik dan bisa tajam ke atas maupun ke bawah.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar