Kuasa Hukum Yakin TH Dijebak Mafia Narkoba Nigeria

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Dua terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika, TH dan JUM dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Fahrul Rozi SH dan Supriyadi SH di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (12/5) sore (Baca: Terdakwa Penyalur Narkoba Dituntut Hukuman Mati di PN Sleman). Kedua terdakwa tertangkap di Banda Adisutjipto pada 24 Desember 2014 oleh […]

BERITA JOGJA – Dua terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika, TH dan JUM dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Fahrul Rozi SH dan Supriyadi SH di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (12/5) sore (Baca: Terdakwa Penyalur Narkoba Dituntut Hukuman Mati di PN Sleman). Kedua terdakwa tertangkap di Banda Adisutjipto pada 24 Desember 2014 oleh pihak Bea Cukai Jogjakarta setelah kedapatan membawa narkotika golongan I jenis shabu seberat 4 kg. Keduanya membawa barang tersebut dari Tiongkok atas suruhan Jim, warga negara Nigeria untuk diserahkan pada Donny, warga negara asing lain di Indonesia.

Hukuman mati

Kuasa Hukum terdakwa, Adnan Pambudi, mengatakan bahwa kliennya dijebak oleh jaringan pengedar narkoba internasional melalui Jim. Pasalnya, kliennya mengaku tidak diberi tahu dan dilarang membuka koper berisi dompet yang di dalamnya menyimpan narkoba.

“Klien kami tidak tahu menahu tentang itu. Kata Jim, barang itu cuma dagangan biasa untuk dijual di Indonesia. Ini jelas penjebakan terencana, ” terang kuasa hukum dari PBHI Jogjakarta ini usai sidang.

Sidang sendiri akan dilanjutkan dua pekan mendatang untuk mendengarkan pledoi dari Kuasa Hukum. Dalam sidang tadi sore, Majelis hakim sempat mengistirahatkan sidang untuk merapatkan permintaan pembela menunda persidangan selama dua minggu untuk menyiapkan pembelaan tertulis. “Setelah kami berembug majelis memutuskan menerima permintaan kuasa hukum untuk melanjutkan persidangan pada 26 Mei 2015,” putus Wiryatmi, hakim ketua.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar