Kustomfest 2015 Ngomongin Soul, Bukan Gaya

Oleh azkamaula,

Showin Soul yang merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kulture untuk menunjukkan karya mereka dengan sepenuh jiwa

BERITA JOGJA – Tidak ada mantra macam “simsalabim” atau alat yang mampu membikin seniman mencipta karya dalam waktu singkat. Fakta itu yang ingin diperlihatkan dalam Kustomfest 2015-Showin’Soul di JEC 3-4 Oktober mendatang.

Kustomfest 2015

Doorprize Kusomfest 2014 yang lalu. (Foto: Aan)

Mengingat tiga kali  perayaan pecinta otomotif dunia di Kustomfest adalah ingatan akan predikat Jogja sebagai kota seniman. Pemodifikasi, atau peserta di dalamnya adalah seorang seniman yang merepresentasikan identitasnya melalui karya modifikasi yang dipamerkan lalu kerap mendapat decak kagum pengunjung.

Tahun lalu misalnya, ada seorang peserta Kustomfest yang membuat kapal dari sebuah mobil VW kodok. Ada juga yang memodifikasi motor matic menjadi kendaraan “The Dark Knight”.

“Setiap tahun memang sambutan selalu bagus dan bertambah dari peserta dan pengunjung. Sudah sampai internasional juga dan diapresiasi banyak pihak. Tapi ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekian apresiasi yang didapatkan Kustomfest,” kata Lulut Wahyudi, pakar modifikasi sekaligus Direktur Kustomfest 2015 ketika ngobrol santai dengan Beritajogja.id.

Hal yang lebih penting bukan bagaimana menambah kekaguman antarpeserta atau pengunjung pameran yang tahun ini tiketnya dibanderol Rp50 ribu. Kekaguman bisa langsung hilang bersama amisnya bantal. “Kami mau peserta sama pengunjung nantinya bisa sama-sama menyadari bahwa tidak ada yang instan dalam pembuatan suatu karya. Mereka yang datang ke Kustomfest, pulangnya harus menyadari adanya proses pembuatan dan termotivasi untuk melakukan hal yang kreatif lainnya,” tambahnya.

Kustomfest 2015

Kustomfest selalu disemarakkan diskusi antarpeserta atau pengunjung. (Foto: Aan)

Untuk itu banyak agenda event yang didesain panitia untuk merepresentasikan hal tersebut. (Baca: Jangan Bengong, Catat Agenda Kustomfest 2015). “Event tidak didesain sekadar menarik pengunjung atau pecinta otomotif lokal maupun internasional. Tapi juga mengajarkan bagaimana sebuah karya melewati proses yang panjang dan merepresentasikan identitas,” katanya lagi.

Secara khusus, Kustomfest yang ke-4 ini bakal memperlihatkan persoalan identitas diri tersebut dengan intim pada pengunjung. Mereka yang datang ke Kustomfest ini tidak bakal sekadar disuguhi pameran ragam motor seperti harley, bebek, vespa, dan lain-lain yang disulap sesuai jati diri pemodifikasi saja.

“Showin Soul yang merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kulture untuk menunjukkan karya mereka dengan sepenuh jiwa, karya yang merupakan perwujudan proses yang jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai apresiasi dan nilai respect,” tutup Lulut.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar