Lagu Pengantar Mudik yang Jogja Banget

Oleh azkamaula,

Perjalanan mudik selalu punya kisah yang istimewa bagi pemudik. Seperti kisah 5 lagu dari musisi-musisi asal dan yang besar di Jogja berikut ini.

BERITA JOGJA – Pulang ke tanah kelahiran, ke tempat dibesarkan jadi tradisi. Di sana mereka yang terkasih menunggu. Perjalanan pun penuh andai, hal-hal apa saja yang akan dilakukan bersama para orang tercinta saat sampai.

Perjalanan mudik selalu punya kisah yang istimewa bagi pemudik. Seperti kisah 5 lagu dari musisi-musisi asal dan yang besar di Jogja berikut ini, sukses meruangkan batas imajinasi saat perjalanan. Maka bersiaplah tawa bahkan air mata.

Kawan Aku Pulang (Pongky)

Lagu ini ada dalam album “Pagi” milik Jikustik lalu diaransemen ulang Pongky dan Icha untuk album kompilasi Alamanda Guitar and Friends: Love, Story, and Passion. Ketimbang di album “Pagi” remake ini terasa sangat balada dengan konsep akustik. Jernihnya suara gitar yang berbagi part dengan piano dan sentuhan strings tipis membalut kisah kepulangan yang kesekian pada para sahabat di kampung halaman. Icha dengan suara tingginya menggendong Pongky mencapai klimaks saat berteriak “Kawan aku pulang” berulang-ulang.

Lagu Rindu (Shaggydog)

“Dekati kupingku lekat di hatiku” jadi larik paling romantis dari Shaggydog dalam lagu ini. Larik itu nyaris menuntaskan kerinduan pada seseorang yang mengisi hati masing-masing. Aransemen lembut ala bossanova dengan riff gitar yang nyaman di kuping menambah ketidaksabaran selama perjalan untuk lekas menyelesaikan apa yang sebelumnya tak tersampaikan pada kekasih.

Tunggu Aku di Jakarta (Sheila On7)

Buat yang mudik ke Jakarta, ini lagu wajib menemani perjalanan. Apalagi pas naik kereta seperto video klip mereka. Soal lirik dan musik, lagu di album “Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan” ini tak usah dikulik lagi. Mulai dari album itu, lirik dan aransemen yang dibuat Sheila selalu jadi emas.

Menahan Perih (Julia LaQuena)

Mudik adalah perjalanan dengan sejuta kemungkinan. Salah satunya dalam kondisi patah hati di kota persinggahan. Buat mereka yang sedang mudik dengan membawa perasaan tak keruan seperti itu, lagu dari Julia Candra, vokalis LaQuena bersama Pongky ini cocok jadi kawan perjalanan.

Penyatuan gitar akustik dengan violin yang diimbangi autogun tipis di bagian reff membuat perjalanan sesak namun tuntas dengan lirik yang cukup gagah ketika Julia sampai pada bagian “Aku memilih melawan perih meski sendiri/Pada semesta aku percaya tenangkan jiwa”.

Tancap Gas (Endank Soekamti)

Lagu di album “Soekamti.com” (2010) ini menyindir perilaku berlalu lintas. Dengan tempo cepat, Erix, Dori, dan Ari mengisahkan bagaimana perilaku pengendara kekinian yang acuh satu sama lain. Maunya cepat sampai ke tujuan dan masa bodoh dengan pengandara lainnya. Mendengarkan lagu ini di perjalanan bakal langsung mendapatkan gambaran visualnya lho.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar